Dosen KPI STAIMAS Wonogiri Edukasi Ibu-Ibu Kurangi Sampah Plastik Lewat Pendekatan Unik Ekoteologi

Dampak Buruk Mikroplastik dan Penerapan Prinsip 3R

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Upaya nyata untuk kurangi sampah plastik kini mulai digerakkan dari lingkup terkecil masyarakat, yakni keluarga. Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Mangkubumi (STAIMAS) Wonogiri, Nadhiroh, menginisiasi Gerakan Mengurangi Sampah Plastik (GEMASTIK) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.

Aksi edukatif tersebut menyasar ibu-ibu RT 02 RW XIV Perumahan Megatama Indah pada Minggu, 14 Juni 2026. Selain sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sosialisasi ini bertujuan membangun kesadaran lingkungan yang mendalam melalui perspektif ekoteologi.

Nadhiroh menerangkan bahwa persoalan limbah plastik bukan sekadar problem lingkungan biasa, melainkan berkelindan erat dengan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, menjaga kelestarian alam merupakan bentuk tanggung jawab moral manusia terhadap ciptaan Tuhan.

“Setiap umat beragama pasti diajarkan untuk berbuat baik, termasuk menjaga lingkungan. Alam adalah amanah yang harus dijaga bersama agar tetap memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” tutur Nadhiroh dalam pemaparannya.

Melalui sudut pandang ekoteologi, manusia memegang peran sebagai khalifah di bumi yang memikul tanggung jawab untuk merawat ekosistem. Oleh karena itu, lonjakan pencemaran lingkungan akibat kantong plastik sekali pakai harus ditangani secara kolektif.

Dalam sosialisasi tersebut, para peserta menerima pemaparan komprehensif mengenai ancaman nyata sampah plastik bagi lingkungan dan kesehatan. Kerusakan yang ditimbulkan berkisar dari pencemaran tanah, sungai, hingga laut. Lebih bahaya lagi, ancaman partikel mikroplastik kini berpotensi besar masuk ke dalam rantai makanan manusia.

Sebagai solusi taktis, Nadhiroh memperkenalkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang sangat praktis untuk diaplikasikan dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari. Ia mengajak para ibu untuk memprioritaskan langkah preventif saat berbelanja keperluan dapur.

“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Ketika berbelanja, mari biasakan membawa tas sendiri agar tidak selalu menggunakan kantong plastik sekali pakai. Jika dilakukan secara konsisten oleh banyak orang, dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan,” kata Nadhiroh menjabarkan.

Di samping mengampanyekan gerakan GEMASTIK, dosen KPI ini memanfaatkan momentum untuk mensosialisasikan keberadaan kampus STAIMAS Wonogiri yang telah berkiprah sejak tahun 2017. Perguruan tinggi ini mengelola empat program studi strategis, meliputi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Hukum Tata Negara (HTN), Ekonomi Syariah (ES), dan Pendidikan Agama Islam (PAI).

Agenda ini pun mendapat respons positif dari komunitas warga setempat. Ketua Dawis RT 02 RW XIV Perumahan Megatama Indah, Sri Hariyani, menyatakan dukungannya terhadap gerakan peduli lingkungan sekaligus program penerimaan mahasiswa baru dari STAIMAS.

“Mari ibu-ibu kita sama-sama mengurangi sampah plastik. Silakan kalau ada yang mau kuliah untuk anak-anak dan keluarganya, ibu-ibu juga bisa,” ujar Sri Hariyani penuh antusias di hadapan warganya. (Nad)

Komentar