Ahmad Luthfi Turun Tangan Atasi Banjir Demak, Ini Langkah Pemprov Jateng

Langkah Cepat Pemprov Jateng Tangani Banjir Demak

BeritaWonogiri.com [DEMAK] – Ribuan warga terpaksa bertahan di posko pengungsian akibat banjir Demak yang menerjang tempat tinggal mereka secara tiba-tiba, Sabtu (4/4/2026). Bencana hidrometeorologi ini terjadi setelah tanggul Sungai Tuntang tak lagi mampu menahan debit air yang tinggi hingga akhirnya tergerus dan jebol merendam permukiman.

Berdasarkan pantauan terkini di Kantor Kecamatan Guntur, suasana posko pengungsian dipenuhi oleh warga yang menyelamatkan diri dengan membawa barang seadanya. Mulai dari anak-anak, perempuan, hingga lansia menempati ruang utama gedung. Sebagian pengungsi beristirahat beralaskan tikar darurat, sementara yang lain sekadar duduk di teras menunggu kabar air surut.

Tercatat, banjir Demak akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang ini berdampak parah pada delapan desa yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan jumlah warga yang mengungsi saat ini telah mencapai 2.839 jiwa.

Kesaksian Warga Momen Mencekam Air Bah Datang

Bencana banjir ini datang begitu cepat menghantam permukiman. Musri’ah (63), salah seorang warga terdampak asal Kecamatan Guntur, menceritakan momen mengerikan saat air bah menerjang wilayahnya dengan arus yang sangat deras.

“Kejadiannya sekitar jam 10 atau 11 siang. Tiba-tiba air mengalir deras sekali dari tanggul, lama-lama jebol. Awalnya cuma setinggi betis,” ungkap Musri’ah di lokasi pengungsian.

Ia menjelaskan bahwa tanda-tanda kerusakan di tanggul Sungai Tuntang sebenarnya sudah mulai terlihat. Warga setempat bahkan sudah merencanakan kerja bakti usai ibadah salat Jumat untuk menambal bagian tanah yang terkikis aliran sungai. Sayangnya, tanggul keburu jebol sebelum warga sempat melakukan perbaikan.

Evakuasi Dramatis dan Kondisi Terkini Pengungsi

Kondisi air yang terus membesar membuat situasi semakin kritis menjelang sore hari. Debit air meningkat tajam hingga mencapai dada orang dewasa. Tim gabungan penyelamat langsung bergerak cepat mengevakuasi para korban banjir Demak menggunakan perahu karet menuju tempat penampungan yang lebih aman.

“Setelah Ashar kami dijemput perahu. Waktu itu airnya sudah setinggi dada,” tambah Musri’ah menggambarkan situasi evakuasi yang mendebarkan.

Langkah Cepat Pemprov Jateng Tangani Banjir Demak

Merespons bencana yang melanda wilayah pesisir utara, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bergerak cepat meninjau posko pengungsian di Kantor Kecamatan Guntur. Ia turun langsung ke lapangan bersama Bupati Demak, Eisti’anah, dan jajaran instansi terkait untuk memastikan seluruh penanganan kedaruratan berjalan optimal.

Ratusan Juta Rupiah untuk Penuhi Kebutuhan Dasar

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menyerahkan bantuan logistik secara simbolis. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mengucurkan total bantuan senilai Rp 236.985.411. Dana dukungan operasional ini dikumpulkan dari kolaborasi berbagai organisasi perangkat daerah, termasuk BPBD Jateng, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, PMI, hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Selepas menyapa para pengungsi, Gubernur memimpin rapat terbatas untuk merumuskan solusi teknis di lapangan. Luthfi menegaskan bahwa penanganan banjir Demak memerlukan perbaikan sistem hidrologi yang utuh agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Kita mengatasi banjir ini tidak bisa parsial. Dari hulu sampai hilir itu harus kita tuntaskan,” tegas Luthfi.

Ia juga menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memprioritaskan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat selama menjalani masa tanggap darurat.

“Prinsipnya layanan dasar kepada masyarakat terdampak harus terpenuhi. Mulai dari pendidikan, kesehatan, bahan pokok, makanan, dan lainnya tidak boleh ketinggalan,” pungkasnya. (*)

Komentar