Gotong Royong Warga dan Relawan Petirsari Tuntaskan Bedah Rumah Wonogiri Milik Mbah Warinem

Dukungan Dana Desa dan Apresiasi Pemerintah

Semangat gotong royong kembali bergelora di pelosok Kabupaten Wonogiri. Puluhan warga masyarakat Dusun Worawari, Desa Petirsari, bahu-membahu melaksanakan aksi bedah rumah Wonogiri untuk merehabilitasi kediaman Mbah Warinem (75) pada Minggu (29/4/2026). Langkah cepat ini diambil mengingat kondisi hunian lansia tersebut sangat memprihatinkan dan berisiko membahayakan nyawa penghuninya.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini dikomandoi langsung oleh Ketua RT 014/10, Warsito. Kehadiran para relawan dan warga menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial masih menjadi urat nadi kehidupan masyarakat di Desa Petirsari.

Kondisi Rumah yang Nyaris Roboh

Rumah Mbah Warinem sebelumnya dilaporkan dalam kondisi yang sangat tidak layak. Selain struktur bangunan yang sudah lapuk dimakan usia, ancaman roboh menjadi kekhawatiran utama, terutama saat cuaca ekstrem melanda.

Warsito bersama puluhan relawan yang dimotori oleh Mas Sukat, serta dibantu unsur perangkat desa, menyatu dalam kerja bakti tersebut. Mereka melakukan perbaikan menyeluruh mulai dari bagian atap hingga penguatan dinding bangunan agar layak ditempati kembali secara aman.

Dukungan Dana Desa dan Apresiasi Pemerintah

Pemerintah Desa Petirsari memberikan dukungan melalui pos anggaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Mas Subur, perangkat desa Petirsari yang memantau langsung di lokasi, memberikan apresiasi tinggi atas militansi warga dan relawan.

“Atas nama Pemerintah Desa Petirsari, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua RT dan para relawan. Walaupun desa hanya bisa mendukung dana sebesar Rp10 juta dari pos Dana Desa/RTLH, namun swadaya tenaga dari warga sangat luar biasa,” ungkap Mas Subur di sela-sela kegiatan.

Senada dengan itu, tokoh masyarakat setempat, Sigid S, menilai alokasi Dana Desa untuk program RTLH ini sangat tepat sasaran. Menurutnya, intervensi pemerintah sebelum jatuh korban jiwa akibat bangunan runtuh adalah langkah antisipasi bencana yang krusial.

Relawan sebagai Motor Penggerak Desa

Keberhasilan aksi bedah rumah Wonogiri ini tidak lepas dari peran Relawan Desa Petirsari yang bertindak sebagai “motor penggerak”. Kehadiran mereka di lini terdepan dianggap vital dalam mengantisipasi risiko bencana di lingkungan pemukiman.

Warga Dusun Worawari secara khusus menyampaikan terima kasih kepada tim relawan yang bekerja tanpa pamrih. Sigid menambahkan bahwa bantuan sebesar Rp10 juta tersebut menjadi sangat berarti berkat tangan-tangan kreatif para relawan dan warga yang mengerjakan pembangunan secara sempurna.

Hingga sore hari, pekerjaan fisik rumah Mbah Warinem berhasil diselesaikan dengan penuh keakraban. Suasana semangat tinggi menyelimuti lokasi hingga seluruh bagian rumah dipastikan kokoh dan aman untuk ditempati kembali oleh Mbah Warinem. (Sigid/pdtry)

Komentar