Lompatan Luar Biasa! Menteri PKP Puji Jateng Jadi Kiblat Program Rumah Subsidi Nasional

Kolaborasi Lintas Sektor Tekan Kemiskinan

BeritaWonogiri.com [BREBES] – Rumah subsidi Jateng mengalami lonjakan spektakuler pada 2026. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait memuji peningkatan drastis dari 7.532 unit tahun lalu menjadi minimal 30 ribu unit tahun ini.

“Kenaikannya sekitar 23 ribu unit. Ini membuktikan program tiga juta rumah arahan Presiden Prabowo Subianto berjalan dengan lompatan yang luar biasa,” kata Maruarar saat kunjungan kerja di Brebes, Minggu (10/5/2026).

Jateng Juara Nasional Penyerapan KPR Subsidi

Maruarar mengungkapkan Jawa Tengah kini menjadi provinsi dengan serapan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan terbesar di Indonesia. Ia mengapresiasi kinerja Bank Jateng yang tercatat sebagai bank pembangunan daerah dengan penyaluran pembiayaan perumahan terbesar secara nasional.

“Saya dengar juga KUR Perumahan itu termasuk yang paling tinggi di Jawa Tengah. Terima kasih, Pak Gubernur,” ujar Maruarar sembari mengacungkan jempol kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Komunikasi Intens Pemprov-Pusat

Menteri yang akrab disapa Maruarar itu menyinggung komunikasi intensif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang terus mengajukan tambahan kuota program perumahan ke pemerintah pusat.

“Ini sudah bagus Pak Gub. Sudah ada segini, minta nambah segini. Nanti kita kasih tambahan,” ucap Maruarar disambut tawa hadirin.

Bedah Rumah Brebes Naik 30 Kali Lipat

Tak hanya program rumah subsidi, capaian program bedah rumah di Kabupaten Brebes juga mencatat lonjakan tajam. Pada 2025, program tersebut hanya menyasar 20 unit rumah. Tahun 2026, jumlahnya melonjak menjadi 600 unit atau meningkat 30 kali lipat.

“Dulu tahun 2025 bedah rumah di Brebes berapa? Dua puluh. Tahun ini 600. Jadi naiknya 30 kali lipat,” tegas Maruarar.

Percepatan Hunian Layak Rakyat

Peningkatan kuota rumah subsidi dan bedah rumah ini menjadi bagian dari percepatan program nasional penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Program ini sekaligus memperkuat sektor ekonomi daerah melalui pembiayaan perumahan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam percepatan penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayahnya. Menurutnya, program bedah rumah menjadi langkah strategis menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Pembangunan perumahan merupakan bagian dari pelayanan dasar yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa. Harus bareng-bareng,” ujar Luthfi.

Perkuat Program di 35 Kabupaten/Kota

Luthfi menegaskan penanganan RTLH harus terus diperkuat agar masyarakat berpenghasilan rendah memiliki hunian layak dan tidak kembali terjebak dalam lingkaran kemiskinan. Pemprov Jateng terus memperkuat program bedah rumah di 35 kabupaten/kota untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat, khususnya warga berpenghasilan rendah.

Lonjakan signifikan rumah subsidi Jateng ini membuktikan komitmen kuat pemerintah daerah dan pusat dalam mewujudkan hunian layak bagi rakyat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor properti dan konstruksi. (*)

Komentar