BeritaWonogiri.com [JATIPURNO] – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, menggelar bimbingan perkawinan bertema “Siap Nikah, Siap Sehat”. Sebanyak 22 pasangan calon pengantin dari 23 pasangan yang dijadwalkan hadir mengikuti kegiatan itu bersama wali nikah.
Bimbingan perkawinan KUA ini menekankan bahwa persiapan menikah tidak hanya soal hari akad, busana, atau dokumen. Bekal yang disebut lebih penting adalah kesehatan fisik, kesiapan mental dan emosi, serta pemahaman kesehatan reproduksi.
Materi kesehatan disampaikan dr. Sri Handanarwati, PLKB Kecamatan Jatipurno. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan pranikah untuk mengenali kondisi pasangan, mendeteksi risiko penyakit menular maupun keturunan, dan mempersiapkan kehamilan yang sehat.
Ada tiga pilar utama kesiapan calon pengantin. Pertama, kesehatan fisik, meliputi status gizi seimbang, pencegahan anemia, dan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.
Kedua, kesiapan mental dan emosi, mencakup kemampuan berkomunikasi, mengelola stres, dan menyelesaikan konflik bersama. Ketiga, kesehatan reproduksi dan keluarga berencana, termasuk pemahaman hak reproduksi serta perencanaan jumlah dan jarak kelahiran anak.
Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Azizah Miftahurrohmah, SKM, menuturkan perlunya kesiapan bagi calon pengantin. Pada kesempatan itu, calon pengantin diajak mengakses layanan di siapnikah.org, yang memuat edukasi seperti Siap Nikah, Siap Financial, dan Siap Parenting.
Camat Jatipurno Nur Dhana Setyawan, S.Kom., mengapresiasi kegiatan tersebut dan dukungan berbagai pihak dalam pembinaan masyarakat. Ia juga berterima kasih kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dan pengelola Joglo NU yang mendukung terselenggaranya kegiatan.
Kepala KUA Jatipurno H. Aji Sunaryo, S.Sos, M.Si, berharap seluruh tahapan pernikahan dapat dipersiapkan dengan baik. Selain pembekalan kesehatan dan keluarga, kegiatan mencakup pemeriksaan berkas, pengarahan kepada wali nikah, dan simulasi ijab kabul agar akad berjalan tertib dan lancar.
Bimbingan ini melibatkan KUA, Puskesmas, PLKB, penyuluh agama Islam, dan penghulu. Kolaborasi itu disebut menegaskan bahwa membangun keluarga sakinah membutuhkan kesiapan menyeluruh. (Nadhiroh)







Komentar