Pentas Budaya Keloran Hidupkan Situs Sejarah Sambernyawa di Selogiri

Warga Dorong Perhatian terhadap Akses Wisata

BeritaWonogiri.com [SELOGIRI] – Pentas Budaya Keloran digelar di Sendang Tretes, petilasan Sambernyawa di area lereng Gunung Si Tretes, Desa Keloran, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, pada Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan beragam kesenian dan tradisi Jawa Tengah sekaligus menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan bersejarah sebagai ruang publik wisata.

Kegiatan ini merupakan kerja sama Sekolah Tinggi Tari Indonesia yang kini menjadi Institut Seni Indonesia (ISI SOLO) dengan pihak-pihak terkait, terutama Pemerintah Desa Keloran.

Sejumlah kesenian ditampilkan dalam Pentas Budaya Keloran, antara lain Tari Sesaji Sitreres, Tari Gambyong, Tari Lengger, Tari Samira Santika, Sandhya Kala, serta ritual Umbul Donga.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di Sendang Tretes, yang berada di kawasan petilasan Sambernyawa. Lokasi tersebut menjadi bagian penting dari konsep pengembangan kawasan sebagai tempat wisata yang memiliki nilai sejarah.

Okky, warga Keloran yang bertindak sebagai koordinator acara, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berkaitan dengan upaya membuka dan mengembangkan tempat wisata bersejarah di kawasan Gunung Si Tretes.

“Acara peresmian membuka tempat wisata bersejarah dimana ada salah satu gunung dengan situs sejarah sebelumnya dan sekarang kita transformasi sendang sitretesss menjadi ruang publik wisata tempat bersejarah (perjalanan RM.Mas Said),” tutur Okky.

Menurut materi kegiatan, acara berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 15.00 WIB. Antusiasme penonton disebut sangat luar biasa. Warga datang dari berbagai wilayah di sekitar Desa Keloran untuk menyaksikan pertunjukan.

Sejumlah tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka antara lain Bp Sumaryanto selaku Kepala Desa, perwakilan Kantor Camat Selogiri, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri.

Para tamu undangan mengaku salut terhadap perjuangan warga sekitar yang bergotong royong untuk mewujudkan kegiatan tersebut.

Pentas budaya itu juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi kawasan Sendang Tretes dan Gunung Si Tretes sebagai bagian dari destinasi wisata bersejarah di Wonogiri.

Di tengah antusiasme masyarakat, penyelenggara berharap Pemerintah Kabupaten Wonogiri memberikan perhatian khusus terhadap kawasan tersebut.

Salah satu perhatian yang disampaikan adalah kondisi akses jalan menuju lokasi yang dinilai masih kurang layak. Perbaikan akses dinilai penting karena Gunung Si Tretes disebut sebagai salah satu destinasi wisata bersejarah di Wonogiri.

Melalui Pentas Budaya Keloran, warga tidak hanya menampilkan kesenian tradisional, tetapi juga menunjukkan semangat gotong royong dalam mengembangkan potensi kawasan bersejarah di Desa Keloran. (Totok Suroto)

Komentar