Beritawonogiri.com [JAKARTA] – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Mochamad Irfan Yusuf atau akrab disapa Gus Irfan sebagai Menteri Haji dan Umrah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/9/2025) sore. Pelantikan ini menjadi tonggak sejarah karena menambah jumlah kementerian dalam Kabinet Merah Putih, dari semula 48 menjadi 49 kementerian.
Pelantikan Gus Irfan dilakukan bersamaan dengan pengangkatan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah, serta empat menteri lain dalam reshuffle kabinet yang diumumkan Presiden Prabowo.
Dalam sumpah jabatannya, Gus Irfan menyatakan kesetiaan pada Undang-Undang Dasar 1945 serta kesiapan untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembentukan kementerian baru ini merupakan bagian dari upaya memperkuat layanan ibadah umat, khususnya penyelenggaraan haji dan umrah.
“Pelayanan haji dan umrah menyangkut kepentingan umat dalam jumlah besar. Dengan adanya kementerian khusus, kita berharap kualitas pelayanan bisa semakin baik dan profesional,” ujar Presiden Prabowo.
Gus Irfan bukan sosok baru di dunia keagamaan dan pendidikan. Ia merupakan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asy’ari. Pengalamannya panjang di dunia pesantren, di antaranya sebagai Sekretaris Umum Pondok Pesantren Tebuireng Jombang (1989–2006) dan Wakil Ketua Yayasan Hasyim Asy’ari hingga saat ini.
Selain itu, Gus Irfan juga pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT BPR Tebuireng, dosen di Akademi Keperawatan Widyagama Malang, hingga pengasuh Pesantren Al-Farros. Di dunia politik, ia sempat menjadi anggota DPR RI periode singkat 2024, sebelum dipercaya memimpin Badan Penyelenggara Haji dan Umrah yang kini ditingkatkan menjadi kementerian.
Riwayat akademiknya pun mumpuni. Ia meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan Islam dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Februari 2025, dengan disertasi tentang kepemimpinan transformasional KH. Muhammad Yusuf Hasyim di Pesantren Tebuireng.
Dengan latar belakang keagamaan, pendidikan, dan politik yang kuat, Gus Irfan diharapkan mampu menghadirkan pembaruan dalam tata kelola haji dan umrah Indonesia. Kehadirannya sebagai menteri ke-49 sekaligus mempertegas komitmen pemerintah Prabowo–Gibran untuk memperhatikan pelayanan umat secara lebih mendalam.(*)






