Distan Wonogiri Bersama Kodim Wonogiri Dan Polbangtan Gelar Rakor, Ini Tujuannya

BeritaWonogiri.com [NGADIROJO] – Dinas Pertanian Wonogiri, Dir Polbangtan Yogyakarta -Magelang bersama Kodim 0728/Wonogiri melaksanakan Rapat Kordinasi Evaluasi penambahan areal tanam (PAT) dan Pompanisasi di Room Meeting RM Alami Sayang 2, Jalan Wonogiri-Ponorogo, Brubuh, Desa Ngadirojo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Rakor dalam rangka meningkatkan hasil pertanian dalam mengantisipasi cuaca extreem El nino, Rabu, 7 Agustus 2024.

Kepala Dinas Pertanian Wonogiri, Baroto Eko Pujanto, SP, MSi menyampaikan, rakor evaluasi PAT dan Pompanisasi perlu dilakukan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem El Nino yang berlangsung panjang.

Kementerian Pertanian saat ini terus menggenjot kegiatan perluasan areal tanam dengan program pompanisasi. Kegiatan yang mendapat dukungan TNI tersebut sebagai upaya pemerintah mengantisipasi ancaman El Nino yang dapat menyebabkan penurunan produksi pangan.

Baca juga: Sumur Bor Dibangun Kebutuhan Air Bersih Bagi 165 Warga Desa Gebangharjo Tercukupi

Diharapkan dengan adanya kolaborasi dari berbagai pihak yang terkait, perluasan areal tanam melalui pompanisasi ini dapat terwujud dalam rangka meningkatkan produksi pangan nasional.

Koordinasi pemangku kepentingan untuk program pompanisasi terkait potensi sawah dan finalisasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) karena untuk mendukung PAT mempunyai kriteria yaitu tersedia sumber air permukaan yang dapat dipompa (sungai dll) dan tujuan ketersediaan air irigasi melalui pompanisasi, untuk meningkatkan penambahan areal tanam.

BeritaWonogiri.com/Suwarman

Program ini memberikan bantuan pompa kepada petani padi yang lahannya tidak dapat ditanami secara optimal akibat ketersediaan air yang terbatas namun lokasinya masih cukup dekat dengan sumber air yang melimpah.

Dandim 0728/Wonogiri, Letkol Inf Edi Ristriyono, mengatakan, rapat kooordinasi evaluasi PAT dan pompanisasi 2024 Wonogiri dengan Distan Wonogiri serta Dir Polbangtan Yogyakarta -Magelang diharapkan memiliki harapan untuk meningkatkan lahan pertanian sehingga dari harapan tersebut tentunya akan mendapatkan hasil di antaranya ketahanan pangan.

“Kita ketahui keberadaan petani di Indonesia masih dianggap sebelah mata bahkan dianggap hasil pertanian tidak bisa diharapkan itulah tugas kita mengedukasi kepada mereka menjadi petani yang sejahtera,” katanya.

“Jika kita bayangkan para petani di Wonogiri tidak mau menanam, akan bagaimana masyarakat, tidak ada bahan makanan yang akan di makan sehingga diperlukan pembelian kebutuhan makanan dari tempat lain. Begitu juga hal tersebut jika terjadi di seluruh Indonesia bagaimana dampaknya tentunya akan sangat besar sekali,” tandasnya.

Program ini, ujarnya, sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan hasil pertanian karena sudah banyak contoh negara yang kelaparan karena kurangnya ketahanan pangan dan kemudian menghancurkan negaranya sendiri.

“Itulah sebabnya perjuangan-perjuangan para petani perlu kita apresiasi dan kita berikan edukasi agar kedepan mereka akan semakin sukses dalam mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia,” katanya. (Suwarman)

Komentar