Suyati, Maestro Tari Mangkunegaran Solo Tutup Usia

BeritaWonogiri.com [SOLO] – Kabar duka dari Istana Puro Mangkunegaran Solo menyebutkan salah seorang empu tari sekaligus maestro tari Mangkunegaran Solo KRNgtT Suyati Tarwo Sumosutargio tutup usia.

Berdasarkan kabar lelayu yang beredar di WAG komunitas dan diterima rri.co.id Sabtu, 19 April 2025, Eyang Tarwo akrab disapa tutup usia pada Jumat, 18 April 2025 pukul 20.16 WIB. Sang legenda mengembuskan napas terakhir di RS dr Oen Kandang Sapi, Solo, setelah menjalani perawatan beberapa hari terakhir.

Jenazahnya kini disemayamkan di rumah duka Jl. Sungai Indragiri No 75 RT 1/RW 01 Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Pemakaman akan berlangsung Sabtu hari ini pukul 15.30 WIB di Pemakaman Keluarga Mangkunegaran Astana Bibis Luhur.

Baca juga: SIPA 2024 Digelar Di Mangkunegaran, Sejumlah Seni Mancanegara Dan Indonesia Tampil

Pantauan di rumah duka, para pelayat mulai datang sejak pagi. Tak sedikit kerabat dari Puro Mangkunegaran Solo. Tak terkecuali para seniman tari juga menyampaikan penghormatan terakhir kepada almarhumah.

RM Hendro Taryatmo salah satu putra almarhumah mengatakan, Eyang Tarwo mengalami penurunan kesehatan dua tahun terakhir. Bahkan aktifitasnya harus menggunakan alat bantu kursi roda.

Maestro tari Mangkunegaran Solo KRNgT Suyati Tarwo Sumosutargio bersalaman dengan Gusti Permaisuri Mangkunegara IX di Pendapa Ageng Pura Mangkunegaran Solo beberapa waktu lalu. (BeritaWonogiri.com/RRI Foto-Dok Keluarga)

“Memang dua tahun belakangan kesehatan sudah menurun, kemanapun kan pakai kursi roda. Terus keluar masuk rumah sakit, 3 bulan lalu sempat dirawat, terakhir beberapa hari lalu sampai beliaunya sedo [meninggal],” ucap Hendro di rumah duka.

Meskipun kesehatan sudah menurun, lanjut Hendro semangat almarhumah untuk melaksanakan tugasnya sebagai pengajar tari di Mangkunegaran luar biasa. Hendro mengaku, dirinyalah yang sering antar jemput almarhumah di Mangkunegaran.

“Kiprahnya dimulai usia 10 tahun itu sudah mulai menekuni tari. Dan di usia 12 tahun itu sudah nari di Mangkunegaran, sampai tinggal di asrama penari-penari Mangkunegaran. Eyang tidak pernah menari di luar kecuali di Mangkunegaran. Sejak Mangkunegara VII sampai sekarang ke X,” kata Hendro.

Almarhumah wafat dalam usia 91 tahun. Eyang Tarwo meninggalkan 14 orang anak, 37 cucu, 31 cicit dan 6 canggah. (RRI/Mulato)
Editor: Suryono

Komentar