Ahmad Luthfi Lepas 34 Atlet Jateng ke Asian Para Games Nagoya, Tantang Raih Lebih dari 4 Emas

34 Atlet di Sembilan Cabang Olahraga

BeritaWonogiri.com [SUKOHARJO] – Jawa Tengah menyumbang 50 orang untuk memperkuat kontingen Indonesia pada Asian Para Games Nagoya, Jepang, 19–24 Oktober 2026. Mereka terdiri atas 34 atlet serta 16 pelatih dan ofisial.

Dengan kontribusi itu, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah wakil terbanyak dalam kontingen Merah Putih yang berkekuatan 219 orang. Ajang tersebut merupakan Asian Para Games ke-5.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta para atlet tidak sekadar berpartisipasi, tetapi berjuang maksimal untuk mengharumkan nama Indonesia di panggung Asia. Ia menantang mereka melampaui target empat medali emas yang dipatok National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah.

“Para atlet harus mempunyai karakter dan nyali. Busungkan dada kalian. Jangan hanya empat emas, lebih kalau bisa. Tunjukkan kiblatnya paralimpik nasional ada di Jawa Tengah,” tegas Ahmad Luthfi saat melepas atlet, pelatih, dan ofisial asal Jawa Tengah di Sukoharjo, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Menurut Luthfi, besarnya jumlah atlet Jawa Tengah yang terpilih menjadi bukti kontribusi daerah dalam pembinaan olahraga paralimpik nasional. Ia berharap para atlet menjaga semangat juang, pantang menyerah, dan menunjukkan karakter bangsa selama bertanding.

“Saya hari ini memberangkatkan atlet Asian Para Games ke-5 di Nagoya. Dari 219 orang kontingen Indonesia, 50 orang di antaranya berasal dari Jawa Tengah. Mereka akan membawa nama dan marwah Jawa Tengah serta nasional,” ujarnya.

Ketua Umum NPCI Jawa Tengah Osrita Muslim mengatakan persiapan atlet telah dilakukan secara maksimal melalui pemusatan latihan nasional. Ia optimistis para atlet mampu bersaing dan menyumbang medali bagi Indonesia.

Jawa Tengah menargetkan empat medali emas di Asian Para Games Nagoya. Target itu disusun dengan mempertimbangkan rekam jejak dan kemampuan atlet di tiap cabang olahraga.

“Target di Nagoya nanti tentu pengennya emas semua, tetapi secara realistis disesuaikan dengan rekor para atlet. Kira-kira empat medali emas dari Jateng, salah satunya dari cabang olahraga bulu tangkis,” kata Osrita.

Menurut Osrita, dukungan Pemprov Jawa Tengah menjadi salah satu faktor penting dalam pembinaan atlet selama ini. Ia berharap dukungan itu berbuah prestasi internasional dan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pembinaan olahraga paralimpik di Indonesia.

Sebanyak 34 atlet Jawa Tengah akan berlaga di sembilan cabang olahraga. Rinciannya:

  • Para atletik: 10 atlet
  • Para bulu tangkis: 7 atlet
  • Boccia: 4 atlet
  • Para angkat berat: 4 atlet
  • Para judo: 3 atlet
  • Para balap sepeda: 2 atlet
  • Para tenis meja: 2 atlet
  • Para anggar: 1 atlet
  • Para renang: 1 atlet

Optimisme juga disampaikan atlet para anggar asal Kebumen, Didit Diantoro. Ia mengatakan berbagai tahapan latihan telah dijalani untuk menghadapi atlet dari negara lain. Didit menyebut China sebagai salah satu lawan terberat, tetapi tetap percaya diri.

“Kami sudah siap. Lawan terberat saat ini adalah China. Tapi kami optimistis. Dukungan dari Pemprov juga bagus, dari fasilitas dan lainnya,” ujarnya.

Gubernur yang juga dikenal sebagai Bapak Disabilitas Jawa Tengah itu menegaskan bahwa dukungan bagi atlet paralimpik tidak berhenti pada persiapan kompetisi. Pemprov Jateng juga berkomitmen memperhatikan kesejahteraan penyandang disabilitas, termasuk membuka akses pekerjaan dan kemandirian ekonomi.

Menurut Luthfi, setiap orang memiliki kelebihan dan potensi yang dapat dikembangkan. Karena itu, kelompok disabilitas dan kelompok rentan perlu mendapat kesempatan setara untuk berprestasi dan berdaya secara ekonomi.

“Kelompok disabilitas dan kelompok rentan ini harus diopeni dan diperhatikan. Jawa Tengah punya program bagi mereka yang punya keahlian, dua persen kita masukkan ke BUMD dan BUMN. Juga kita berikan keterampilan bagi kelompok rentan agar bisa mandiri,” jelasnya. (*)

Komentar