Akademi Digital Lansia (ADL) Tular Nalar 3.0 Sukses Dihadiri Ratusan Peserta di Wonogiri

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Wilayah Wonogiri sukses menyelenggarakan Akademi Digital Lansia (ADL) – Tular Nalar 3.0 pada Rabu (23/10/2024) di Balai Desa Pokoh Kidul. Kegiatan ini melibatkan ratusan peserta yang antusias dalam mengikuti rangkaian acara yang berfokus pada peningkatan kecakapan digital para lansia.

Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi antara MAFINDO Wonogiri dengan Lokus Desa Cerdas Pemerintah Desa Pokoh Kidul dan bersinergi dengan KPU Kabupaten Wonogiri. Dalam pelatihan ini, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang didampingi oleh fasilitator untuk mempermudah pemahaman materi melalui forum diskusi.

Salah satu tujuan utama dari Akademi Digital Lansia (ADL) adalah untuk membantu para lansia mengidentifikasi hoaks, terutama menjelang Pilkada Serentak. Hal ini sejalan dengan pernyataan Irawan Ary Wibowo, Komisioner KPU Kabupaten Wonogiri, yang mengungkapkan bahwa dari total 842.326 daftar pemilih tetap untuk Pilkada 2024, sekitar 26 persen diantaranya termasuk kelompok Pre Boomer dan Baby Boomer. “Kesiagaan bagi calon pemilih dari klasifikasi usia ini sangat penting, mengingat kerentanan mereka terhadap misinformasi di media sosial,” tuturnya.

Dalam pelatihan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai penggunaan password yang aman untuk melindungi informasi keluarga serta cara melakukan klarifikasi ketika menerima pesan atau telepon yang mencurigakan. Beberapa peserta yang juga merupakan Kader PKK dan Posyandu Lansia mengungkapkan harapan untuk dapat menyebarkan materi Tular Nalar ke kegiatan mereka selanjutnya.

Santo Ari Wibowo, PIC Kegiatan Akademi Digital Lansia (ADL) Wilayah Wonogiri, berharap bahwa Program Tular Nalar 3.0 ini dapat membuka perspektif baru bagi desa dalam melibatkan lansia sebagai agen literasi digital. “Diharapkan program ini menghasilkan agen-agen literasi digital yang mampu mengidentifikasi hoaks dan mengenali penipuan di dunia digital, setidaknya dalam grup WhatsApp keluarga,” ungkapnya.

Kepala Desa Pokoh Kidul, Wuryatno, juga mengakui bahwa maraknya penipuan di dunia digital menjadi salah satu ancaman dalam upaya pemerintah desa untuk melakukan digitalisasi. Ia menilai bahwa Akademi Digital Lansia ini sangat mendukung penguatan literasi digital masyarakat desa dan menunjang program desa cerdas yang sedang diusung.

Irawan Ary Wibowo menambahkan bahwa acara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam proses Pilkada di Kabupaten Wonogiri. “Penggunaan media sosial dengan bijaksana harus menjadi perhatian. Mari saring sebelum sharing informasi yang beredar, dan penuhi ruang digital kita dengan hal-hal positif, seperti mengajak orang lain untuk datang ke TPS dan memilih,” tuturnya menutup sambutan. (*)

Komentar