BeritaWonogiri.com [SIDOHARJO] – Mahasiswa IPB University melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi menggelar penyuluhan dan demonstrasi Lubang Resapan Biopori di Balai Desa Ngabeyan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan tersebut mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran tentang konservasi air sekaligus memanfaatkan sampah organik rumah tangga sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan melibatkan warga Desa Ngabeyan, khususnya anggota Karang Taruna dan ibu-ibu PKK. Pemerintah desa, perangkat desa, serta masyarakat turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.

Edukasi Konservasi Air dan Sampah Organik
Dalam penyuluhan, mahasiswa menjelaskan manfaat biopori sebagai teknologi sederhana yang dapat meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air hujan.
Lubang tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik rumah tangga. Sampah yang dimasukkan ke dalam lubang akan mengalami proses penguraian secara alami sehingga dapat menghasilkan kompos.
Materi disampaikan secara komunikatif melalui presentasi, leaflet edukasi, dan diskusi interaktif. Metode tersebut memberikan kesempatan kepada warga untuk memahami manfaat serta penerapan biopori di lingkungan rumah masing-masing.
Penerapan teknologi sederhana ini diharapkan tidak hanya membantu konservasi air, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui pemanfaatan kompos untuk tanaman di pekarangan.
Mahasiswa Pasang 12 Titik Biopori
Setelah penyuluhan, mahasiswa IPB University melanjutkan kegiatan dengan memasang biopori secara bertahap di rumah-rumah warga pada Minggu, 26 Juli 2026.
Sebanyak 12 titik Lubang Resapan Biopori dipasang di halaman rumah warga Desa Ngabeyan. Pemasangan tersebut menjadi bentuk praktik langsung agar masyarakat dapat melihat sekaligus memahami cara penerapan teknologi tersebut di lingkungan tempat tinggal.
Program KKN-T Inovasi ini mendorong setiap rumah tangga untuk mereplikasi biopori secara mandiri. Semakin banyak rumah yang menerapkannya, semakin luas pula manfaat konservasi air dan pengelolaan sampah organik yang dapat dirasakan masyarakat.
Dorong Lingkungan Desa Berkelanjutan
Replikasi biopori di tingkat rumah tangga diharapkan dapat membantu meningkatkan penyerapan air hujan, mengurangi potensi genangan dan banjir skala lokal, serta meningkatkan cadangan air tanah.
Selain itu, pengolahan sampah organik melalui biopori dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa IPB University dalam berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat. Melalui pendekatan edukasi dan praktik langsung, mahasiswa mendorong warga Desa Ngabeyan untuk menerapkan solusi sederhana dalam konservasi air sekaligus pengelolaan sampah organik rumah tangga.
Program ini diharapkan tidak berhenti pada pemasangan 12 titik biopori, tetapi berkembang melalui penerapan mandiri oleh masyarakat di berbagai rumah dan lingkungan Desa Ngabeyan. (*)






Komentar