BeritaWonogiri.com [PUHPELEM] – Baru sehari diaspal, ruas jalan perbatasan Jawa Timur–Jawa Tengah di Kecamatan Puhpelem, Kabupaten Wonogiri, telah mengalami kerusakan serius. Proyek pengaspalan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wonogiri yang melibatkan kontraktor CV Putri Kencana menuai sorotan setelah lapisan hotmix jalan ditemukan terkelupas hanya 24 jam pasca pengerjaan, Jumat (7/11/2025).
Kerusakan ini memicu keprihatinan masyarakat dan aparat, mengingat pembangunan jalan menelan dana miliaran rupiah dari anggaran publik. Penelitian masih dilakukan oleh pihak terkait untuk memastikan pemicu utama rusaknya aspal baru. Dugaan sementara mengarah pada kualitas material, seperti pasir dan koral hasil pemecahan batu lokal, yang dinilai belum memenuhi standar konstruksi jalan.
Menurut sumber lapangan, material yang digunakan berasal dari hasil pemecahan batu setempat, sehingga diduga tak mampu menahan beban dan perubahan cuaca ekstrem. “Aspal hotmixnya cepat sekali terlepas, diduga karena pasir dan koral tidak standar,” ujar salah seorang warga yang turut memantau kondisi jalan.
Camat Puhpelem, Warno, saat diwawancarai menyatakan tidak menerima pemberitahuan dari DPU Wonogiri terkait pelaksanaan proyek pengaspalan jalan tersebut. “Saya sebagai Camat Puhpelem tidak juga dikasih tau oleh pihak DPU kalau akan ada pengaspalan jalan,” ungkap Warno.
Lebih lanjut, Warno juga menegaskan bahwa selama menjabat dirinya tidak pernah menerbitkan atau memberikan ijin gangguan lingkungan maupun ijin operasional pabrik tambang pemecah batu. “Semenjak saya menjadi Camat belum pernah memberikan ijin ganguan atau ijin pabrik tambang batu,” tuturnya.
Kerusakan jalan yang baru diaspal ini jadi peringatan tentang pentingnya pengawasan publik terhadap proyek infrastruktur. “Warga harus proaktif, sebab tanpa pengawasan, kontraktor bisa bertindak semaunya dan lalai dalam melaksanakan pekerjaan. Padahal itu uang rakyat yang dibangun,” tegas salah satu perwakilan warga.
Pentingnya penggunaan material berkualitas dan keterbukaan informasi antara kontraktor, pihak DPU, serta masyarakat kembali menjadi sorotan luas. Diharapkan investigasi segera menemukan penyebab pasti, dan pengaspalan dapat diperbaiki sesuai standar demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. (Kastomo)






