(BBM) Berkesadaran Bermakna dan Mendalam Melalui Praktik Demokrasi di SMK Negeri 1 Jatiroto

Kolaborasi lintas mata pelajaran dan simulasi pemilu OSIS cetak generasi demokratis di SMK 1 Jatiroto.

Beritawonogiri.com [WONOGIRI] – Dalam kegiatan On the Job Training (OJT) 3 In 2 Program Pembelajaran Mendalam bagi Kepala Sekolah yang diselenggarakan di SMK Negeri 2 Wonogiri, Pak Suhari,M.Pd Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Jatiroto memaparkan praktik terbaik implementasi Kurikulum Merdeka melalui konsep Beban Belajar Murid (BBM) yang berkesadaran, bermakna, dan mendalam.

Kolaborasi Lintas Mapel yang Bermakna

Ibu Galuh, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum menjelaskan bahwa pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS dirancang sebagai proyek kolaborasi lintas mata pelajaran. “Ini program kokurikuler terstruktur yang mengintegrasikan PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, dan beberapa mata pelajaran lainnya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila keempat tentang demokrasi,” papar Ibu Galuh.

BBM berkesadaran bermakna mendalam. (Foto: Beny)

Siswa Sebagai Penyelenggara Pemilu

Siswa kelas 11 diberi kepercayaan penuh menjalankan seluruh proses pemilu layaknya KPU, mulai dari sosialisasi, pendaftaran calon, kampanye, debat kandidat, hingga pemungutan dan penghitungan suara. Peran Panwaslu juga dijalankan siswa untuk memastikan proses berlangsung dengan prinsip Luber dan Jurdil.

SMK Negeri 1 Jatiroto menyediakan perlengkapan pemilu autentik seperti kotak suara bertanda KPU dari barang bekas, bilik suara, dan surat suara profesional.walaupun dari barang bekas “Kami ingin siswa merasakan atmosfer pemilu sesungguhnya sehingga pembelajaran menjadi bermakna,” jelas Pak Suhari.

BBM Berkesadaran, Bermakna, dan Mendalam

“Berkesadaran artinya kami sadar bahwa pendidikan bukan transfer pengetahuan semata, tetapi membentuk kesadaran siswa sebagai warga negara demokratis,” tegas Ibu Galuh. Pembelajaran bermakna tercermin dari antusiasme siswa yang melihat relevansi langsung dengan kehidupan berbangsa. Aspek “mendalam” terlihat dari kemampuan siswa menganalisis sistem demokrasi dan merancang solusi inovatif, bukan sekadar menghafal prosedur.

Inspirasi bagi Pendidikan
“Paparan Pak Suhari dan Ibu Galuh membuka wawasan bahwa pembelajaran bermakna dapat diimplementasikan secara nyata dengan kreativitas dan komitmen,” ungkap salah satu peserta.

Praktik terbaik yang dibagikan dalam forum OJT-3 In 2 ini membuktikan bahwa BBM berkesadaran, bermakna, dan mendalam bukan sekadar jargon. Kegiatan berbagi praktik baik di SMK Negeri 2 Wonogiri menjadi wadah efektif untuk kolaborasi dan peningkatan kualitas pendidikan. SMK Negeri 1 Jatiroto membuktikan bahwa pendidikan demokrasi terbaik adalah praktik demokrasi itu sendiri, dan pengalaman ini kini menginspirasi sekolah-sekolah lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *