Peneliti Prancis Ikut Ungkap Misteri Prasasti Puhpelem

BRIN dan Dinas Pendidikan teliti Prasasti Puhpelem untuk sahkan status cagar budaya dan dorong wisata edukatif.

Sebuah langkah penting dalam pelestarian sejarah dilaksanakan di Dukuh Manggis, Desa Sukorejo, Kecamatan Puhpelem, pada Selasa (14/10/2025). Rombongan tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri mengadakan penelitian intensif terhadap objek yang diduga cagar budaya, yakni Prasasti Puhpelem. Penelitian berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.

Penelitian ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri serta Kepala Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN. Tak hanya melibatkan para peneliti lokal, kegiatan ini juga menarik partisipasi peneliti Prancis yang tertarik mengkaji aspek sejarah dan arkeologis dari situs prasasti tersebut.

Tim peneliti BRIN mendokumentasikan Prasasti Puhpelem di Dukuh Manggis Sukorejo. (Sumber: wonogirikab.go.id)

Tim peneliti didampingi langsung oleh Suprianto, Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Puhpelem. Hadir pula Kepala Desa Sukorejo, Naning, perwakilan perangkat desa seperti Kepala Seksi Pelayanan Lampito Cahyo Hadi, serta Plt. Kepala Dusun Manggis, Suprapto. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan tim peneliti memperlihatkan besarnya perhatian terhadap warisan sejarah lokal.

Suprianto menyampaikan harapan besar agar penelitian ini dapat memberikan kesimpulan ilmiah yang memperkuat asal-usul serta nilai sejarah Prasasti Puhpelem. Ia menekankan, harapannya situs ini segera diakui sebagai cagar budaya resmi dan menjadi ikon sejarah Desa Sukorejo. “Kami berharap hasil penelitian ini dapat memperkuat identitas sejarah lokal dan menjadikan situs ini sebagai tanggung jawab bersama pemerintah serta masyarakat dalam pelestarian dan perawatan,” ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Puhpelem optimis, jika Prasasti Puhpelem diakui sebagai cagar budaya, kawasan tersebut bisa berkembang menjadi objek wisata edukatif dan budaya. Potensi manfaatnya dinilai sangat besar bagi masyarakat, baik dalam aspek ekonomi maupun sebagai wahana pelestarian identitas sejarah Kabupaten Wonogiri.

Peneliti dari Prancis yang turut serta memberi pemaparan mendalam tentang tulisan dan simbol sejarah yang didokumentasikan pada prasasti tersebut. Beberapa warga juga tampak antusias menyaksikan proses penelitian yang jarang dilakukan secara terbuka di lingkungannya.

Proses penelitian berjalan lancar, didukung respons positif dari berbagai pihak, baik pemerintah desa, kecamatan, masyarakat, hingga lembaga riset nasional dan internasional. Diskusi mengenai teknik pelestarian, perawatan, dan strategi pengembangan wisata budaya berlangsung hangat usai penelitian lapangan.

Kegiatan kolaboratif ini menunjukkan komitmen bersama untuk merawat sejarah lokal yang berharga dan mendorong agar Prasasti Puhpelem tidak sekadar menjadi benda kuno, melainkan bagian dari identitas yang memperkaya khazanah sejarah serta destinasi edukasi bagi generasi mendatang.(*)

Komentar