Untung Suparmin Bahas Khittah di Pembinaan Karyawan RS

Karyawan RS Muhammadiyah Selogiri dibekali pemahaman Khittah dan nilai Islam untuk tingkatkan kualitas umat dan dakwah.

Beritawonogiri.com [SELOGIRI] – Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri menggelar kegiatan pembinaan karyawan bertema “Khittah Perjuangan Muhammadiyah Menuju Kualitas Umat” di aula Muzdalifah. Sekitar 80 peserta hadir dengan antusias mengikuti paparan materi oleh Untung Suparmin, selaku Pimpinan Cabang Muhammadiyah Selogiri, pada acara yang menjadi agenda rutin pekanan dan wajib diikuti karyawan sekali tiap bulan.

Dalam sesi pembinaan, Untung menekankan esensi Khittah sebagai konsep dasar dan pedoman gerakan Muhammadiyah. “Khittah adalah acuan aktivitas Muhammadiyah, menjadi rujukan dalam meningkatkan kualitas umat dan meraih tujuan dakwah,” terang Untung di depan peserta.

Peserta antusias mengikuti pengajian pembinaan karyawan yang membahas sejarah dan nilai Khittah Muhammadiyah. (Foto: Untung)

Materi paparan menyorot pengertian Khittah, bedanya dengan AD/ART, sejarah dan perkembangannya, serta uraian isi pokok dan nilai utama Khittah. Peserta juga didorong memahami pengimplementasian Khittah dalam praktik sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat.

Agenda pengajian pembinaan ini digelar setiap minggu dengan materi bergantian, sebagai bentuk penguatan pemahaman nilai Islam dan kemuhammadiyahan di kalangan pegawai RS. Melalui pembinaan intensif dan struktural, karyawan diharapkan bukan sekadar pelaksana tugas, tetapi teladan dakwah dan pelayanan Islami.

Kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif, dengan peserta aktif mendalami materi serta berdiskusi seputar penerapan Khittah dan tantangan nilai dakwah di tempat kerja. Suasana reflektif terus dibangun selama pembinaan agar pemahaman karyawan dapat tumbuh bersama semangat gotong royong amal usaha Muhammadiyah.

Di akhir kegiatan, Untung Suparmin mengajak seluruh peserta berefleksi – agar sebagai karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), mereka dapat tampil sebagai mujahid dakwah Muhammadiyah. Seruan populer KH. Ahmad Dahlan dikutip kembali, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari kehidupan dalam Muhammadiyah,” menjadi muhasabah bersama.

Pada momen refleksi, tersemat pesan agar setiap insan AUM selalu menilai pola hubungan kerjanya; adakah perilaku yang dholim, adil, atau telah mencapai ihsan dalam berinteraksi dan melayani sesama di RS Muhammadiyah Selogiri.

Dengan penguatan pembinaan spiritual dan karakter, RS Muhammadiyah Selogiri berharap karyawan dapat secara konsisten mengimplementasikan nilai Islam dan Khittah Muhammadiyah, membawa dampak positif pada kualitas pelayanan dan kehidupan masyarakat sekitar.(*)

Komentar