BeritaWonogiri.com [SOLO] – Sedikitnya ada dua keraton di Jawa yakni Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Keraton Kasultanan Ngayogjakarta serta dua kadipaten yakni Pura Mangkunegaran, Solo dan Pura Paku Alam, Yogyakarta dijadwalkan mengikuti peringatan Hari Tari Sedunia yang jatuh pada tiap 29 April.
Ketua Umum Panitia Pelaksana Perayaan ke-19 Hari Tari Dunia 24 Jam Menari ISI Solo tahun 2025, Prof Dr RM Pramutomo mengatakan penari yang akan ikut dalam kegiatan tersebut datang dari berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya dari Solo, Jogja, Banyuwangi, Aceh dan sebagainya.
“Tahun ini hari tari sedunia jatuh pada Selasa 29 April 2025. Kegiatan melibatkan sekitar 1.500 orang penari dari dalam negeri dan kontingen luar negeri. Ditambah 1.000 orang panitia 24 Jam Menari 2025 ini,” papar dia saat konferensi pers di Lobby Teater Besar Gendhon Humardani Institut Seni Indonesia (ISI), Kampus Kentingan, Solo, Jateng.
Menurut dia para penari dari keraton dan kadipaten itu akan perform di Pendhapa GPH Djojokusumo ISI Solo mulai pukul 20.05 WIB. Pada penampilan nanti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) akan menampilkan Kusumayudha, dan Pura Mangkunegaran menampilkan Beksan Wireng Srimpi Mandrarini.
Selanjutnya untuk Keraton Kasultanan Ngayogyakarta (Keraton Jogja) akan menampilkan Srimpi Wiraga Pariskara dan Pura Pakualaman akan menampilkan Beksan Floret.

Pramutomo menjelaskan pada penampilan nanti Keraton Jogja mendapat kesempatan tampil lebih dulu, karena mereka menggunakan properti yang lebih banyak. Penyusunan acara ini dinilai sudah sesuai teknis agar acara berjalan dengan lancar.
Dia mengutarakan kegiatan 24 Jam Menari sudah digagas sejak tahun 2007 oleh ISI Solo. Dia mengklaim ISI Solo menjadi perguruan tinggi pertama yang merespons peringatan Hari Tari Sedunia yang digagas Aliansi Tari Sedunia dan Dewan Tari Dunia. Sampai saat ini ISI Solo tetap menyelenggarakan 24 Jam Menari meski terdampak efisiensi anggaran 2025.
Menyinggung tema yang diusung pada perhelatan 24 Jam Menari ISI Solo dia mengusung tema Land of 1.000 Kingdoms. Tema ini dianggap sebagai wujud penghargaan kepada Nusantara yang memiliki berbagai budaya tradisi dan kerajaan yang melestarikan budaya tari.
Dihadiri Menteri Fadli Zon
Lebih lanjut dia menjelaskan 24 Jam Menari dijadwalkan mulai 29 April 2025 pukul 06.00 WIB sampai 30 April 2025 pukul 06.00 WIB dengan empat venue di ISI Solo. Rencananya acara disemarakkan institusi seni, komunitas, kelompok seni, sanggar, ilmuwan, budayawan, koreografer dari seluruh Indonesia.
Pramutomo menegaskan semua mahasiswa Program Studi Seni Tari ISI Solo dilibatkan dalam kegiatan ini. Acara ini rencananya dihadiri dan dibuka oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
“Selain pertunjukan tari, ISI Solo menggelar seminar nasional untuk membahas keragaman dunia tari, orasi budaya, dan bazar usaha industri kreatif,” ujar dia sambil menambahkana berdasar catatannya terdapat 35 stan yang tersedia untuk pelaku ekonomi kreatif. (Iskandar)






