Brebes Jadi Lokasi Mega Farm Sapi Perah Terbesar, Sumbang 18 Persen Susu Nasional

Dukungan Penuh Gubernur Jawa Tengah untuk Swasembada Pangan

BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Jawa Tengah bersiap mencatat lompatan besar dalam sektor ketahanan pangan nasional melalui rencana pembangunan mega farm sapi perah terpadu berskala besar di Kabupaten Brebes. Proyek strategis ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan dipercaya mampu mengubah peta produksi susu nasional secara signifikan.

Investasi yang digarap PT Global Dairy Bersama (GDB), bagian dari Djarum Group, tersebut diyakini tidak hanya akan meningkatkan produksi susu nasional, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian daerah. Pembangunan mega farm sapi perah ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan swasembada pangan yang selama ini menjadi prioritas pembangunan daerah.

Kapasitas 30.000 Ekor, Sumbang 18 Persen Susu Nasional

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengungkapkan, proyek ini berpotensi menjadi mega farm sapi perah terbesar di Indonesia dengan kapasitas lebih dari 30.000 ekor sapi.

“Jika terwujud, ini akan menjadi yang terbesar. Saat ini, peternakan terbesar dalam satu hamparan baru sekitar 20.000 ekor,” ujar Agung saat audiensi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (16/4/2026).

Mega farm tersebut diproyeksikan mampu menyumbang hingga 18 persen produksi susu nasional. Saat ini, produksi susu dalam negeri baru mencapai sekitar 1 juta ton per tahun, jauh dari kebutuhan nasional sebesar 4,7 juta ton.

“Artinya, sekitar 80 persen masih impor. Kehadiran proyek ini akan sangat membantu menekan ketergantungan tersebut,” jelasnya.

Proyek ini juga berpotensi mendongkrak posisi Jawa Tengah dalam peta produksi susu nasional. Saat ini, Jawa Tengah berada di peringkat ketiga setelah Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Ke depan, Jawa Tengah bisa naik ke peringkat dua, bahkan menyamai Jawa Timur,” tambah Agung.

Dukungan Penuh Gubernur Jawa Tengah untuk Swasembada Pangan

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmennya mendukung penuh proyek mega farm sapi perah di Brebes. Menurutnya, Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu tujuan utama investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Saya sebagai gubernur sangat mendukung. Kita harus support agar Brebes menjadi kabupaten yang berdaya saing,” ujar Ahmad Luthfi.

Kondisi keamanan yang kondusif, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta tenaga kerja yang kompetitif menjadi faktor utama daya tarik investasi di Jawa Tengah. Pemerintah daerah membuka ruang luas bagi investasi yang mendukung swasembada pangan, termasuk sektor peternakan sapi perah.

“RPJM 2026 kita fokus pada swasembada pangan, termasuk susu. Maka investasi seperti ini sangat strategis,” tegasnya.

Konsep Peternakan Modern Berkelanjutan

Teknologi Close Loop System untuk Efisiensi Sumber Daya

Perwakilan PT GDB, Ihsan Mulia Putri, menyampaikan, proyek ini dirancang sebagai peternakan modern berbasis teknologi dengan konsep berkelanjutan dan terintegrasi.

“Ini bukan sekadar peternakan, tetapi ekosistem dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Mega farm yang akan dibangun di atas lahan seluas 710 hektare ini mengusung konsep close loop system, di mana limbah ternak diolah menjadi biogas sebagai sumber energi, dan residunya dimanfaatkan sebagai pupuk.

Limbah Ternak Jadi Biogas dan Pupuk

Sistem daur ulang air juga akan diterapkan untuk efisiensi sumber daya. Dengan konsep ini, proyek tidak hanya berfokus pada produksi susu, tetapi juga pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Proyek ini ditargetkan memiliki populasi sekitar 28.000 sapi perah dengan produksi mencapai 180.000 ton susu per tahun. Selain itu, akan dibangun fasilitas pengolahan susu, pabrik pakan, serta kawasan perkebunan jagung untuk mendukung kebutuhan pakan ternak.

“Kontribusinya terhadap produksi nasional bisa mencapai 18 persen, dan untuk Jawa Tengah bisa meningkatkan produksi hingga dua kali lipat,” ungkap Ihsan.

Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Masyarakat Brebes

Libatkan 5.000 Petani dan 8.000 Peternak

Dari sisi sosial ekonomi, proyek ini diproyeksikan melibatkan sekitar 5.000 petani untuk penyediaan pakan di lahan 2.000 hektare, serta menggandeng sekitar 8.000 peternak dalam pengembangan sapi perah.

“Ini juga bentuk pemberdayaan masyarakat,” tegas Ihsan.

Program kemitraan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani dan peternak lokal secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat rantai pasok produksi susu nasional.

Buka Lapangan Kerja dan Tingkatkan Kesejahteraan

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyambut baik investasi tersebut dan menyebutnya sebagai peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini kebanggaan bagi kami. Investasi ini berskala nasional dan bisa menjadi solusi pengentasan kemiskinan di Brebes,” ujarnya.

Ia berharap proyek ini mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, serta memperkuat sektor peternakan sebagai pilar ketahanan pangan daerah.

“Kami siap mendukung penuh sesuai kewenangan dan regulasi yang berlaku,” ungkapnya.

Target Pembangunan dan Produksi Perdana

Persiapan Lahan Juni 2026, Rampung Akhir 2027

Persiapan lahan akan dimulai pada Juni 2026, sementara pembangunan ditargetkan rampung pada akhir 2027. Pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari penyediaan bibit sapi impor dari sejumlah negara hingga penguatan sistem kesehatan hewan guna mencegah penyakit seperti PMK dan LSD.

First Milking Dijadwalkan Desember 2027

Produksi perdana (first milking) dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027. Dengan terwujudnya mega farm sapi perah terbesar di Indonesia ini, diharapkan ketergantungan terhadap impor susu dapat ditekan secara signifikan dan Jawa Tengah menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional.(*)

Komentar