Dari kiri ke kanan, Kepala Dinas Pariwasata Pemuda dan Olahraga Karanganyar, Hari Purnomo berfoto bersama dengan Ketua Pelaksana JCS, Janes Eudes, pejabat motosheet Ivan Hills dan Direktur Perlombaan, Daryadi Satmoko foto bersamaa saat konferensi pers JSC Surakarta di Hotel Ramada, Colomadu, Karanganyar, Jateng, Jumat (8/9/2023) sore. (Portalika.com/Iskandar)
=====
Portalika.com [KARANGANYAR] – Ratusan atau sekitar 290 pembalap dari berbagai daerah di Tanah Air siap adu cepat menaklukkan tanjakan kaki Gunung Lawu di Cemoro Kandang, Tawangmangu, Karanganyar, Jateng. Rencananya mereka akan memulai ngebut dari Colomadu, menuju Sukoharjo, Wonogiri selanjutnya finis di kawasan pegunungan Cemoro Kadang yang mempunyai ketinggian 1.830 meter di atas permukaan laut (mdpl).
“Kami menyelenggarakan event Jelajah Cycling Series [JCS] seri kedua pada 9 September 2023 event ini terbagi dalam 10 kategori, diikuti sekitar 50 pembalap nasional dengan hadiah total Rp616 juta. Event JCS yang digelar di Surakarta ini masih menyelenggarakan kategori cycling for all dalam rekomendasi. Karena kami masih pertama menyelenggarakan maka kami memadukan atlet profesional dan komunitas yaitu penggila sepeda balap,” kata Ketua Pelaksana JCS, Janes Eudes saat konferensi pers JSC Surakarta di Hotel Ramada, Colomadu, Karanganyar, Jateng, Jumat (8/9/2023) sore sambil menambahkan jarak yang ditempuh sekitar 123,5 kilometer.
Baca juga: 4 Tim Bola Voli Polda Di Pulau Jawa Berebut Tiket Turnamen Kapolri Cup 2023
Dengan konsep ini maka faktor pariwisata masih menjadi faktor utama tujuan penyelenggaraan. Pemilihan Kota Surakarta sebagai salah satu kota yang dilintasi para pembalap ini karena Kota Bengawan dinilai sebagai salah satu kota yang memiliki destinasi wisata yang bagus.
Kota Solo dinilai mempunyai kawasan berpanorama indah, kuliner luar biasa, akses transportasi mudah karena dekat dengan bandara Adi Soemarmo dan transportasi darat yang lancar. Sehingga memudahkan para peserta mengangkut sepeda mereka tanpa hambatan berarti.

Penyelenggaraan event balap sepeda semacam ini tentu memperhitungkan juga para peserta bisa gampang membawa sepeda tunggangan masing-masing. Dia mengakui kendati penyelenggaraan event menitikberatkan pengembangan pariwisata, namun juga memberi tempat luas para pembalap profesional.
Sebab mempunyai kesempatan untuk menjukkan kemampuan yang semakin banyak event, papar Janes, maka peluang atlet untuk menunjukkan kemampuan semakin tinggi. Balapan yang diklaim telah masuk pada kalender Cyliste Internationale ini rencananya diberangkatkan dari Colomadu, Karanganyar, Sabtu (9/9/2023) pukul 06.00 WIB.
Sementara itu Direktur Perlombaan, Daryadi Satmoko mengatakan para peserta yang menempuh jarak 123,5 km dengan medan menanjak di akhir-akhir etape ini, kecepatan waktunya akan diperhitungkan jika peserta bisa finis tak lebih dari maksimal tujuh jam. Karena itu para pembalap dituntut bisa memperhitungkan waktu dan tenaga dengan baik.
Di sisi lain Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Karanganyar, Hari Purnomo menyambut baik event ini. Diharapkan event ini mampu membawa keberuntungan rezeki masyarakat Karanganyar.
“Wilayah Karanganyar paling banyak dilalui para pembalap, sedangkan di daerah lain para peserta balap ini hanya sekilas atau numpang lewat,” kata dia sambil mempromosikan bahwa wilayahnya mempunyai destinasi wisata dengan pemandangan elok di berbagai tempat. (Iskandar)






