Bimbingan Spiritual KUA Warnai Pelatihan Kerja di LPK Wonogiri

KUA Wonogiri tanamkan kunci bahagia dalam kehidupan melalui bimbingan inspiratif kepada peserta pelatihan LPK Tri Mitra.

Beritawonogiri.com [WONOGIRI] – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wonogiri terus menunjukkan kontribusi aktif dalam membangun karakter spiritual masyarakat. Salah satu wujud nyata adalah pelaksanaan kegiatan bimbingan penyuluhan agama Islam yang berlangsung di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Tri Mitra Matahari Mandiri Wonogiri pada Jumat, 24 Oktober 2025. Kegiatan yang diikuti para peserta pelatihan LPK ini membawa nuansa religius sekaligus penuh motivasi.

Dalam acara tersebut, Hj. Rise Mirzaq Nur Arifah, S.H.I, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Wonogiri, mendapat kesempatan menyampaikan materi bertema “Kunci Bahagia dalam Hidup”. Berbagai pesan inspiratif dan nilai spiritual disampaikan secara lugas, mudah dipahami, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta.

Peserta LPK aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang makna syukur dan sabar dalam kehidupan sehari-hari. (Foto: Hanna Ifadatul Khoiriyah)

Rise menegaskan kebahagiaan sejati tidak selalu diukur dari materi atau kekayaan. Menurutnya, esensi kebahagiaan terletak pada sikap syukur terhadap nikmat yang ada, sabar dalam menghadapi setiap ujian, istiqomah menjalankan kebaikan, serta qonaah atau mampu merasa cukup atas rezeki yang diberikan Allah SWT. “Kunci bahagia itu sederhana, yaitu syukur atas nikmat yang ada, sabar menghadapi ujian, istiqomah dalam kebaikan, dan qonaah atau merasa cukup dengan rezeki yang diberikan Allah SWT. Jika empat hal ini tertanam dalam diri, insyaAllah hidup akan tenang dan penuh keberkahan,” pesan Rise dalam bimbingannya.

Suasana bimbingan berlangsung penuh antusias dan keakraban. Peserta LPK tampak aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan bertanya seputar makna syukur dan sabar sebagai fondasi kebahagiaan dalam menghadapi tantangan hidup. Interaksi harmonis ini menambah nilai tersendiri, menjadikan sesi bimbingan tak hanya monolog tapi kolaboratif serta mendorong refleksi pribadi.

KUA Wonogiri menekankan, kegiatan bimbingan seperti ini penting sebagai pelengkap pendidikan keterampilan kerja bagi generasi muda. Tujuannya agar peserta pelatihan tak hanya memiliki kompetensi di dunia kerja, tapi juga memiliki bekal spiritual dan nilai-nilai Islam yang kuat sebagai pedoman hidup di masa depan.

Harapan besar disampaikan, agar penanaman nilai agama dan spiritualitas seperti syukur, sabar, istiqomah, dan qonaah dapat membantu peserta LPK meraih kesuksesan dunia sekaligus kebahagiaan akhirat. Modal spiritual ini diyakini mampu menghadirkan keseimbangan antara pencapaian karir dan ketenangan batin.

Bimbingan spiritual yang dilakukan KUA Wonogiri menunjukkan sinergi positif antara lembaga keagamaan dan pelatihan kerja. Kerja sama ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas sumber daya manusia Wonogiri, baik secara teknis maupun rohani, menuju generasi yang sukses, tangguh, dan bermartabat.

Komentar