Beritawonogiri.com [WONOGIRI] – Pembinaan mental dan spiritual kembali digelar oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wonogiri di Lapas Kelas IIB Wonogiri pada Kamis (16/10/2025). Program rutin ini merupakan bentuk nyata sinergi KUA dan Lapas dalam menjalankan misi pembinaan karakter, spiritualitas, dan moral bagi warga binaan.
Pada kesempatan kali ini, penyuluh KUA menyampaikan materi bertema “Empat Kunci Masuk Surga Lewat Pintu Manapun” yang berfokus pada pentingnya empat amalan utama sebagai jalan menuju ridha Allah SWT. Bu Hj. Rise Mirzaq Nur Arifah, S.H.I., menekankan empat kunci itu: menunaikan salat lima waktu dengan ikhlas dan tepat waktu, menjalankan puasa Ramadan dengan sungguh-sungguh, menjaga kemaluan dari perbuatan yang dilarang agama, serta taat kepada suami bagi perempuan yang telah menikah.
Dalam penjelasannya, Hj. Rise menegaskan bahwa amalan-amalan tersebut adalah bentuk ketundukan dan kepatuhan seorang hamba terhadap Allah SWT, yang akan menjadi bekal utama dalam meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Ia juga menyoroti pentingnya keikhlasan serta menjaga komitmen beribadah dalam situasi apapun, sebagai manifestasi keimanan yang kokoh.
Kegiatan diikuti dengan antusias oleh warga binaan, yang aktif mendengarkan serta berdiskusi mengenai makna ibadah, introspeksi diri, dan usaha memperbaiki kehidupan. Diskusi berlangsung interaktif dan penuh kehangatan, menciptakan atmosfer spiritual yang membangkitkan motivasi positif di lingkungan lapas.
Pihak Lapas IIB Wonogiri menyambut baik inisiatif pembinaan kerohanian oleh KUA. Mereka berkomitmen melanjutkan program serupa secara berkala, agar pembinaan mental dan spiritual bisa menjadi pondasi dalam membangun karakter warga binaan yang lebih baik sebelum kembali ke masyarakat.
Pembinaan rohani ini diharapkan menjadi sarana efektif bagi warga binaan untuk memperkuat keimanan, mengambil pelajaran hidup, serta membangun tekad untuk berubah ke arah yang lebih baik. Dengan modal spiritual yang kuat, harapannya para peserta mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang bermanfaat dan positif.
Program bimbingan spiritual tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pendampingan agama di lembaga pemasyarakatan, tidak hanya untuk kepentingan individu, tapi juga bagi terciptanya lingkungan lapas yang lebih harmonis, insklusif, dan berdaya.(*)







Komentar