BeritaWonogiri.com [SUKOHARJO] – Kossuma Cita Mandiri Sukoharjo digelar di Gedung PGRI Meeting Room Kabupaten Sukoharjo, Ahad (7/02/2026). Mengusung tema “Amanah Terjaga, Anggota Berdaya,” kegiatan ini menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus penguatan komitmen koperasi syariah dalam memberdayakan ekonomi anggota.
RAT dihadiri Ketua Pengurus KSPPS Kossuma Cita Mandiri Rosiena Retno Suryani, S.T., jajaran pengurus, pengawas, pengelola, anggota koperasi, serta tamu undangan dari unsur pemerintah dan asosiasi koperasi. Hadir pula Ketua PD Salimah Sukoharjo Titik Haryanti, S.K.M., M.P.H., perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Farade Kiat Sudrajat, S.E., M.M., serta Ketua PBMTI MPD Sukoharjo Wisnu Dewantoro, S.Sos., M.Esy.
Dalam sambutannya, Wisnu Dewantoro menegaskan bahwa RAT merupakan forum tertinggi koperasi sebagai sarana penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, laporan keuangan, evaluasi kinerja, hingga penetapan rencana kerja ke depan. Ia juga mengingatkan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan di tengah maraknya kasus penipuan.
Tema “Amanah Terjaga, Anggota Berdaya” mencerminkan komitmen KSPPS Kossuma Cita Mandiri dalam menjaga kepercayaan anggota melalui tata kelola yang transparan dan profesional, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi anggota.
Sementara itu, Farade Kiat Sudrajat menekankan pentingnya peran aktif anggota serta pemenuhan aspek legalitas kelembagaan koperasi. Ia menyampaikan bahwa seluruh pengurus dan pengawas KSPPS Kossuma Cita Mandiri dinyatakan kompeten dan layak berdasarkan uji kelayakan dan kompetensi.
Sebagai koperasi syariah yang berdiri sejak Juni 2010, KSPPS Kossuma Cita Mandiri telah lebih dari 15 tahun konsisten menerapkan prinsip aman, amanah, dan profesional. Melalui layanan simpan pinjam dan pembiayaan syariah, koperasi ini terus mendorong pertumbuhan UMKM.
Ketua Pengurus Rosiena Retno Suryani menegaskan RAT bukan sekadar kewajiban organisasi, melainkan wujud transparansi dan akuntabilitas kepada anggota. “Setiap simpanan adalah doa, setiap pembiayaan adalah ikhtiar, dan setiap kebersamaan adalah kekuatan,” pungkasnya. (Titik/Begug SW)






