BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Semangat persatuan dan kebersamaan mewarnai Malam Tirakat HUT RI ke-81 yang digelar warga Banaran RT 04 RW 11, Wonoboyo, Wonogiri. Kegiatan tersebut mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Acara dihadiri Ketua RW 11 Banaran Wonoboyo, Tri Apri, bersama Sekretaris RW 11 Heru Joko Sukamto. Hadir pula Ketua RT 04 RW 11 Rahmad Fujianto, tokoh masyarakat, serta warga RT 04.
Malam tirakat tidak hanya menjadi ruang untuk doa dan refleksi atas perjuangan kemerdekaan. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum warga untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kekompakan di lingkungan tempat tinggal.
Ketua RW Ajak Warga Jaga Persatuan
Dalam sambutannya, Ketua RW 11 Banaran, Tri Apri, mengajak warga terus menjaga persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan antarwarga dan menjaga kerukunan di lingkungan.
Tri Apri juga memberikan apresiasi kepada warga RT 04 yang telah berinisiatif menggelar Malam Tirakat dengan semangat kebersamaan dan kreativitas.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan yang berlangsung di lingkungan warga Banaran. Semangat kemerdekaan diterjemahkan melalui kebersamaan yang dibangun dari lingkungan masyarakat paling dekat.
Pertama Kali Digelar dengan Konsep Outdoor
Ketua RT 04 RW 11, Rahmad Fujianto, mengatakan kegiatan Malam Tirakat dan pentas seni tahun ini memiliki suasana berbeda. Untuk pertama kalinya, kegiatan tersebut digelar secara outdoor dengan konsep yang lebih meriah.
Kegiatan juga melibatkan berbagai unsur warga sehingga suasana kebersamaan semakin terasa.
“Ini merupakan kegiatan Malam Tirakat dan pentas seni yang pertama kali kami selenggarakan dengan konsep outdoor. Alhamdulillah, antusiasme warga sangat luar biasa. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus menjadi tradisi positif yang mempererat persaudaraan dan kekeluargaan warga RT 04,” ujar Rahmad.
Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan berbagai kelompok dalam rangkaian acara. Selain doa dan refleksi kemerdekaan, warga turut menampilkan berbagai kreativitas melalui pentas seni.
Pentas Seni hingga Lomba Paduan Suara
Pentas seni menjadi salah satu bagian yang memeriahkan kegiatan. Anak-anak dan warga RT 04 mendapat ruang untuk menampilkan kreativitas mereka di hadapan masyarakat sekitar.
Acara kemudian semakin semarak dengan lomba paduan suara antarkelompok Dasa Wisma atau Dawis. Setiap kelompok tampil membawa semangat, kekompakan, dan kreativitas masing-masing.
Dukungan warga juga terdengar sepanjang perlombaan. Sorak dan tepuk tangan menjadi bagian dari suasana kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut.
Dari hasil penilaian dewan juri, Dawis 1 berhasil menjadi juara lomba paduan suara. Hasil tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kerja sama dan kekompakan dalam sebuah kelompok.
Semangat Kemerdekaan dari Lingkungan Warga
Malam Tirakat warga Banaran RT 04 RW 11 menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dari lingkungan masyarakat paling kecil.
Persatuan tidak hanya dibangun melalui kegiatan formal. Kerukunan, saling menghargai, gotong royong, dan kemauan untuk terlibat dalam kegiatan bersama juga menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan sosial di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, warga berharap semangat kebersamaan tidak hanya hadir saat peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Nilai tersebut diharapkan terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Banaran.
Malam tirakat pun menjadi ruang bagi warga untuk merayakan kemerdekaan sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan.
Dari Banaran untuk Indonesia, semangat persatuan tumbuh dari lingkungan warga: berbeda dalam kreativitas, tetapi tetap bersatu dalam kebersamaan demi membangun lingkungan yang rukun dan gotong royong. (Rahmad)







Komentar