BeritaWonogiri.com [JATIROTO] – Festival Mojopuro Jatiroto 2026 resmi digelar di Lapangan Mojopuro, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu, 9 Agustus 2026, tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus wadah promosi UMKM, seni budaya dan musik etnik.
Ketua Panitia Festival, Siswadi, secara resmi membuka Bazar Ekonomi Kreatif dan UMKM pada hari pertama pelaksanaan. Bazar tersebut menghadirkan beragam produk lokal, mulai dari kuliner khas hingga buah-buahan yang dipromosikan kepada masyarakat.
Siswadi mengatakan festival tersebut untuk pertama kalinya digelar di Desa Mojopuro. Menurutnya, jumlah pelaku UMKM yang berpartisipasi cukup banyak dan antusiasme masyarakat pada hari pertama juga sangat tinggi.
“Tahun ini untuk pertama kalinya kita adakan kegiatan festival ini, partisipasi UMKM yang mengikuti cukup banyak dan di hari pertama pengunjung sungguh luar biasa,” ungkap Siswadi.
Promosikan Produk Lokal
Bazar UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam festival. Kegiatan tersebut tidak hanya menyediakan ruang bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk, tetapi juga memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Desa Mojopuro dan wilayah Kecamatan Jatiroto kepada masyarakat.
Siswadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Selain bazar, panitia menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan hiburan. Agenda festival mencakup pengajian akbar, seni budaya Ketek Ogleng, pertunjukan tari, musik campursari hingga orkes Melayu Lorenza.
Festival juga menghadirkan sejumlah bintang tamu, di antaranya Gareng Tralala dan penyanyi dangdut Devarina Indra. Kehadiran para pengisi acara tersebut diharapkan semakin meningkatkan daya tarik festival bagi masyarakat.
Libatkan Generasi Muda Lestarikan Budaya
Kepala Desa Mojopuro menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang hiburan. Festival juga diarahkan untuk memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan budaya lokal.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
“Partisipasi aktif generasi muda yang tergabung dalam Karangtaruna Pancawasis dalam menjaga dan melestarikan budaya sangat penting. Acara seperti Festival budaya dan musik etnik ini merupakan salah satu cara untuk memastikan bahwa tradisi kita tetap hidup dan terus berkembang,” ujarnya.
Dengan memadukan UMKM, kuliner lokal, seni tradisional dan musik, Festival Mojopuro Jatiroto 2026 diharapkan dapat menjadi ruang promosi potensi desa sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pelestarian budaya Jawa. (Setyo Nugroho)







Komentar