BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Program Studi (Prodi) Hukum Tata Negara (HTN) STAIMAS (Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti) Wonogiri menggelar kunjungan akademik ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri, Kamis, 24 September 2026. Kegiatan ini menjadi upaya prodi menghadirkan pembelajaran hukum di luar ruang kelas.
Didampingi Kaprodi dan para dosen HTN, mahasiswa mengenal lebih dekat institusi kejaksaan. Mereka juga berdialog langsung mengenai profesi jaksa, tugas dan kewenangannya, serta berbagai persoalan hukum yang berkembang di masyarakat.
Kunjungan akademik Kejari tersebut dikemas dalam diskusi hukum yang interaktif dan konstruktif. Mahasiswa mendapat pemaparan tentang kejaksaan sebagai salah satu pilar penegak hukum. Mereka juga diajak memahami proses penanganan perkara dalam praktik penegakan hukum secara konkret.
Jaksa Fungsional Kejari Wonogiri, Ardhito Yudho Pratomo, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan antusiasme mahasiswa HTN STAIMAS Wonogiri.
“Kejaksaan senantiasa terbuka untuk menjadi wadah pembelajaran bagi generasi muda penegak hukum. Penegakan hukum yang berkeadilan tidak hanya membutuhkan integritas, tetapi juga pemahaman komprehensif atas dinamika hukum di tengah masyarakat,” ujar Ardhito.
Ia berharap mahasiswa dapat memahami secara mendalam peran strategis jaksa. Menurutnya, mahasiswa juga perlu mampu berpikir kritis dalam menanggapi berbagai tantangan hukum modern.
Kepala Prodi HTN STAIMAS Wonogiri, Dr. Ruslina Dwi Wahyuni, M.A.P., menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi dan instansi penegak hukum untuk mencetak lulusan berkualitas.
“Kunjungan akademik ini merupakan komitmen prodi dalam menghadirkan pembelajaran yang responsif dan berwawasan luas. Kami ingin mahasiswa tidak hanya mahir secara teoritis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan pemahaman praktis mengenai tata kelola hukum di lapangan,” ungkap Ruslina.
Ia menyebut sinergi dengan Kejari Wonogiri menjadi pijakan penting untuk membentuk karakter calon juris yang berintegritas dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
Kegiatan ini turut didampingi tim dosen Prodi HTN STAIMAS Wonogiri, yakni Novan Wahyu, S.H., M.H., Fatmah, S.H., M.H., dan Windari, S.H., M.H.
Novan Wahyu mengatakan, kegiatan ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk menguji efektivitas teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan realitas praktik penegakan hukum.
“Mahasiswa diharapkan lebih mengenal profesi jaksa, termasuk tugas dan wewenangnya. Selain itu, mereka juga mendapatkan wawasan hukum secara langsung dari seorang jaksa sebagai aparat penegak hukum,” ujar Novan.
Menurut Novan, pemahaman hukum tidak cukup diperoleh melalui literatur ilmiah maupun diskusi di kelas. Lewat interaksi langsung, mahasiswa dapat melihat bagaimana konsep dan norma hukum berhadapan dengan persoalan konkret di daerah.
“Dengan melihat dan berdiskusi langsung, mahasiswa dapat memahami bahwa penerapan hukum memiliki dinamika dan tantangan tersendiri. Ini menjadi pengalaman akademik yang sangat berharga bagi mereka,” lanjutnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Prodi HTN STAIMAS Wonogiri memperluas cakrawala mahasiswa. Prodi juga ingin memperkenalkan berbagai pilihan karier di bidang hukum.
Diskusi yang membahas perkara-perkara hukum lokal memberi perspektif bahwa penegakan hukum berkaitan erat dengan struktur dan dinamika sosial masyarakat. Bagi mahasiswa, pengalaman ini melatih keberanian berdiskusi dan mempertajam kemampuan analisis hukum bersama praktisi.
Melalui kegiatan di luar kampus ini, Prodi HTN STAIMAS Wonogiri terus mendorong pembelajaran yang mengintegrasikan teori, praktik, dan nilai-nilai etika profesi. Harapannya, lulusan tidak hanya menguasai keilmuan akademik, tetapi juga memiliki kesiapan matang dan kepemimpinan hukum yang kuat. (Nadhiroh)







Komentar