STAIMAS Wonogiri Gelar Pembekalan PPL Real Teaching Tahun 2026

Penempatan di 30 Sekolah dan Penguatan Etika

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Sebanyak 67 mahasiswa PAI STAIMAS Wonogiri bersiap terjun langsung ke sekolah untuk mengasah kemampuan mengajar sekaligus membangun pengalaman sebagai calon guru profesional. Persiapan tersebut diawali melalui Pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) atau Real Teaching Tahun Akademik 2026 yang digelar pada Minggu (13/9/2026).

PPL menjadi salah satu tahapan penting dalam pendidikan calon guru. Melalui praktik langsung di sekolah, mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga dituntut mampu memahami karakter peserta didik, membangun komunikasi yang baik, mengelola kelas, serta menunjukkan sikap dan etika sebagai seorang pendidik.

Dalam pelaksanaan PPL tahun ini, para mahasiswa akan ditempatkan di 30 sekolah mitra, yang terdiri atas 3 sekolah untuk PPL Reguler dan 27 sekolah untuk PPL Mandiri.

Wakil Ketua I Bidang Akademik STAIMAS Wonogiri, Makhda Intan Sanusi, S.H., M.E., mengingatkan mahasiswa bahwa keberhasilan PPL tidak hanya diukur dari kemampuan mengajar, tetapi juga dari sikap dan perilaku selama berada di sekolah. Ia meminta mahasiswa menjaga nama baik pribadi sekaligus almamater serta mampu menempatkan diri sebagai calon guru yang profesional.

“Jaga nama baik diri sendiri maupun almamater. Jaga sopan santun di tempat PPL. Terapkan 3S, yaitu senyum, sapa, dan salam, serta jadilah mahasiswa yang inisiatif,” pesannya.

Menurutnya, mahasiswa PPL akan membawa nama STAIMAS Wonogiri ketika berada di sekolah mitra. Karena itu, kedisiplinan, tanggung jawab, kesopanan, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting yang harus diperhatikan. Mahasiswa juga didorong untuk memiliki inisiatif, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah tanpa hanya menunggu instruksi dari guru pamong.

Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan materi “Menjadi Guru Profesional” yang disampaikan oleh Dosen Program Studi PAI STAIMAS Wonogiri, Giyarmi Novitasari, M.Pd. Giyarmi menegaskan bahwa menjadi guru profesional tidak cukup hanya dengan menguasai materi pelajaran, tetapi juga harus mampu menciptakan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan karakter peserta didik.

Penggunaan metode pembelajaran yang monoton dapat membuat peserta didik mudah merasa bosan, sehingga calon guru perlu mengombinasikan berbagai metode pembelajaran. “Ketika mengajar jangan hanya fokus pada materi saja, tetapi perlu menggunakan metode yang bervariasi agar murid tidak bosan,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa guru ikut membentuk karakter, kecerdasan, keterampilan, dan kebiasaan positif peserta didik. Oleh karena itu, profesionalitas guru harus tercermin dalam ucapan, sikap, cara berkomunikasi, kedisiplinan, dan kemampuan mengendalikan diri, serta mampu memisahkan persoalan pribadi dari tugas profesional. “Profesional berarti mampu tetap menjalankan peran dengan baik, meskipun menghadapi berbagai situasi,” tambah Giyarmi.

Untuk menghidupkan suasana kelas, mahasiswa didorong menggunakan strategi seperti apersepsi atau warmer sebelum materi inti, serta menyisipkan fun story yang relevan.

Selain penguatan kompetensi, dosen PAI STAIMAS Wonogiri, Maulana Iskandar, M.Pd., menyampaikan pembekalan teknis mengenai pemahaman buku pedoman PPL. Aspek yang dibahas meliputi waktu pelaksanaan, pembagian kelompok, ketentuan berpakaian, surat izin PPL, tugas mahasiswa, hingga mekanisme dan aspek penilaian.

Melalui kegiatan ini, Program Studi PAI STAIMAS Wonogiri berharap PPL menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk menguji pengetahuan, menghadapi dinamika kelas, dan menemukan pengalaman berharga sebagai calon pendidik. Dengan bekal kompetensi, etika, kedisiplinan, dan semangat belajar, 67 mahasiswa PAI STAIMAS Wonogiri diharapkan mampu memberikan kontribusi positif di 30 sekolah mitra. (Nadhiroh)

Komentar