BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Program P3TGAI Wonogiri pada 2026 telah selesai dikerjakan di 93 titik. Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) ini mampu mengaliri lahan pertanian seluas 2.661,5 hektare.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU dan TARU) Kabupaten Wonogiri, Endah Aryuningsih Tri Rahajeng, S.T., M.T., Selasa (6/10/2026). Ia mewakili Kepala Dinas PU dan PR, Ir. Prihadi Ariyanto, MT.
“Ada 93 titik di Wonogiri dan dari program P3TGAI mampu mengaliri 2.661,5 hektare lahan pertanian di Wonogiri sehingga tanaman pertanian terselamatkan,” katanya.
P3-TGAI diluncurkan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Program ini bertujuan memperbaiki, merehabilitasi, dan meningkatkan fungsi jaringan irigasi, sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Gatut Bayuadji, S.Si., M.T., menyebut P3TGAI sebagai program padat karya tunai yang melibatkan petani dalam pelaksanaan kegiatan. Menurut Gatut, pemerintah melalui BBWS Bengawan Solo terus merehabilitasi dan memelihara jaringan irigasi lewat berbagai program, termasuk Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 dan P3TGAI.
Program ini mencakup jaringan irigasi yang mengairi lahan pertanian di enam kabupaten, yakni Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, Klaten, dan Ngawi. Di Wonogiri, Program P3TGAI Wonogiri tersebar di sejumlah kecamatan.
Salah satu lokasi penerima manfaat berada di Desa Jatipurwo, Kecamatan Jatipurno. Warga setempat masih menghadapi keterbatasan akses air irigasi, terutama saat musim kemarau. Jaringan irigasi yang belum optimal turut memengaruhi produktivitas pertanian.
Ketua Kelompok Tani Maju Sempurna sekaligus Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Kadiyo, mengatakan P3TGAI dilaksanakan secara swakelola dengan pendekatan padat karya. Menurutnya, program ini bermanfaat bagi petani, baik untuk meningkatkan produktivitas maupun membuka tambahan pendapatan bagi masyarakat.
Kadiyo berharap program P3TGAI dapat kembali direalisasikan di wilayahnya. Mayoritas warga Jatipurwo masih menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian, khususnya padi, palawija, dan hortikultura.
Kepala Desa Jatipurwo, Sukiyo, S.H., mengatakan P3TGAI diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian, menstabilkan harga pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat kemandirian pangan.
Kelompok Tani di Dusun Garon menjadi salah satu penerima manfaat. Dengan tambahan jaringan irigasi tersier, luas lahan yang dapat ditanami diharapkan naik dari kurang dari 10 hektare menjadi sekitar 15–20 hektare.
Peningkatan luas tanam itu diharapkan memungkinkan petani memanen padi hingga tiga kali dalam setahun, termasuk pada musim kemarau. Sukiyo berharap peningkatan produktivitas dan luas tanam tersebut berdampak langsung pada hasil panen dan kesejahteraan petani.
“P3TGAI dilaksanakan untuk mendukung kedaulatan pangan, khususnya bagi warga Desa Jatipurwo, Kecamatan Jatipurno, sebagai wujud kemandirian ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam perbaikan dan rehabilitasi jaringan irigasi secara partisipatif di wilayah pedesaan,” ujarnya. (*)







Komentar