Beritawonogiri.com [JAKARTA] – Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, bertemu dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Supratman Andi Agtas, pada Senin, 4 Agustus 2025, untuk membahas penguatan Timnas Indonesia melalui naturalisasi pemain diaspora. Dalam pertemuan tersebut, Erick menyampaikan terima kasih atas dukungan Kemenkumham dalam proses naturalisasi serta mengusulkan sejumlah nama baru untuk memperkuat skuad Garuda. Pertemuan ini juga menjadi momen untuk memperkenalkan pembaruan Statuta PSSI terkait penyelenggaraan Liga 3 dan Liga 4, sebagai bagian dari transformasi sepak bola Indonesia.
Erick Thohir menegaskan komitmen PSSI untuk memanfaatkan talenta diaspora guna meningkatkan daya saing Timnas Indonesia di kancah internasional. “Kami terus mencari bakat-bakat terbaik keturunan Indonesia di luar negeri untuk memperkuat Timnas, sesuai regulasi FIFA,” ujar Erick. Proses naturalisasi, seperti yang telah dilakukan untuk pemain seperti Mees Hilgers dan Ole Romeny, mendapat dukungan penuh dari Kemenkumham. Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa naturalisasi ini adalah langkah strategis untuk mewujudkan mimpi Indonesia tampil di Piala Dunia 2026, sekaligus mendongkrak prestasi olahraga nasional.
Selain isu naturalisasi, Erick juga memaparkan pembaruan Statuta PSSI yang mengatur penyelenggaraan Liga 3 dan Liga 4. Liga 4 akan digelar di tingkat kabupaten dan kota untuk memperebutkan Piala Bupati atau Wali Kota, memberikan kesempatan bagi klub lokal untuk bersinar. Sementara itu, Liga 3 akan diselenggarakan di tingkat provinsi dengan trofi Piala Gubernur, dan pada level nasional, klub akan memperebutkan Piala Presiden. “Struktur baru ini akan memperkuat ekosistem sepak bola dari grassroots hingga nasional,” kata Erick, menekankan pentingnya pembinaan di level lokal.
Pembaruan ini merupakan bagian dari visi Erick Thohir untuk mentransformasi sepak bola Indonesia, tidak hanya melalui Timnas, tetapi juga liga domestik. Menurut laporan, langkah ini sejalan dengan upaya PSSI meningkatkan peringkat FIFA Indonesia, yang kini berada di posisi 129 dunia per September 2024, naik signifikan dari di luar 170 pada 2020. Dukungan pemerintah, termasuk dari Kemenkumham, menjadi kunci keberhasilan program ini. Supratman menambahkan, “Sepak bola adalah olahraga rakyat, dan kami berkomitmen mendukung PSSI demi kebanggaan Indonesia.”
Langkah PSSI ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, meski beberapa pihak mempertanyakan fokus federasi pada Timnas dibandingkan liga. Namun, Erick menegaskan bahwa Liga 3 dan Liga 4 adalah bukti komitmen PSSI untuk membangun sepak bola dari bawah. Dengan naturalisasi pemain dan penguatan liga lokal, Indonesia berpeluang mencetak sejarah di kancah internasional sambil memperkokoh fondasi sepak bola domestik. Inisiatif ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan olahraga yang inklusif, mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.






