Dari Sampah Jadi Karya, Fashion Show Limbah Warnai HUT RI ke-81 di Singodutan

Kepala Desa Apresiasi Kreativitas Warga

BeritaWonogiri.com [SELOGIRI] – Kreativitas warga Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, mengubah berbagai barang bekas menjadi gaun unik dalam Fashion Show Limbah Singodutan. Kegiatan tersebut digelar pada Jumat, 14 Agustus 2026, sebagai bagian dari Malam Puncak Gebyar Kemerdekaan Desa Singodutan di Singodutan Sport Center.

Botol plastik, gelas plastik, tutup botol, kardus, bungkus detergen, tas kresek hingga ranting pohon yang selama ini dianggap sebagai limbah disulap menjadi busana bernilai estetis. Gaun-gaun tersebut kemudian diperagakan dalam panggung fashion show oleh perwakilan masing-masing dusun.

Sebanyak delapan dusun atau lingkungan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka yakni Singodutan, Sanggrahan, Matah, Ngaliyan, Krisak Kulon, Krisak Wetan, Giri Asri, dan Karang Tengah.

Masing-masing wilayah mengirimkan perwakilan terbaik untuk menunjukkan kreativitas dalam mengolah bahan bekas menjadi karya busana. Selain menjadi hiburan dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengembangkan kreativitas dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan limbah.

Kepala Desa Singodutan, Karsanto, S.E., mengapresiasi kreativitas masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan, kekompakan, dan kebersamaan warga dalam menyukseskan rangkaian kegiatan kemerdekaan.

“Barang-barang bekas yang sering dianggap sebagai limbah ternyata bisa dimanfaatkan untuk produk-produk atau karya yang berguna,” ujar Karsanto.

Menurutnya, kegiatan fashion show tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai perlombaan. Kreativitas warga diharapkan dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan sekaligus meningkatkan potensi masyarakat Desa Singodutan.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Selogiri, Toto Tri Mulyarto, S.IP., M.M., turut mengapresiasi kegiatan yang digelar Pemerintah Desa Singodutan bersama masyarakat.

Ia mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan dengan menjaga persatuan dan mengisinya melalui kegiatan yang positif serta produktif.

“Kita yang diwarisi Negara Kesatuan Republik Indonesia mari kita jaga bersama dan kita isi dengan kegiatan yang positif,” kata Toto.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Singodutan dan masyarakat atas berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan. Toto mengajak warga terus menjaga kerukunan dan persatuan.

Fashion show tersebut dinilai oleh tiga juri, yakni Fenty Sarry, Owner Ifony Enterprise sekaligus entertainer senior di Soloraya dan perwakilan Ayna Catwalk Class Wonogiri; Nadhiroh, dosen Program Studi KPI sekaligus Kepala LPPM STAIMAS Wonogiri; serta Khalid Yogi Putranto, jurnalis Suara Merdeka.

Setelah melalui proses penilaian, Dusun Matah berhasil meraih Juara I dengan model Mira Indriani.

Juara II diraih Krisak Kulon dengan model Adinda Deva Oktavia, sedangkan Juara III diraih Karang Tengah dengan model Nazwa Yuli Syahira.

Sementara itu, kategori juara harapan I diraih Giri Asri dengan model Sri Wahyuniati, sedangkan harapan II diraih Sanggrahan dengan model Hastri.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa barang bekas tidak selalu berakhir sebagai sampah. Melalui kreativitas dan keterampilan, limbah dapat diolah menjadi karya yang memiliki nilai estetis sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. (Nadhiroh)

Komentar