BeritaWonogiri.com [JATIPURNO] – Sebuah terobosan arsitektur unik kini tengah menjadi perbincangan hangat di wilayah Kabupaten Wonogiri. Fenomena Rumah Bus Wonogiri yang terletak di Dusun Tandan, Kelurahan Kopen, Kecamatan Jatipurno, mendadak viral lantaran desainnya yang menyerupai armada bus PO Agra Mas. Hunian milik Supardi (43) ini menampilkan detail eksterior dan interior yang dibuat sangat presisi menyerupai kendaraan aslinya.
Supardi, yang sehari-hari bekerja sebagai kontraktor proyek, mengaku mendapatkan inspirasi saat dirinya sering merantau ke Jakarta menggunakan layanan bus. Berbekal keahlian di bidang konstruksi, ia merancang hunian tersebut secara mandiri untuk menciptakan tempat tinggal yang berbeda dari masyarakat pada umumnya.
Dua Bangunan Ikonik: Bus Tingkat dan Bus Sedang
Menariknya, Supardi tidak hanya membangun satu unit. Terdapat dua bangunan utama di lokasi tersebut. Bangunan pertama merupakan bus double decker (tingkat) berukuran 3 x 13 meter dengan tinggi 5 meter yang diberi kode BG 02. Sedangkan bangunan kedua berukuran bus sedang 2,5 x 8 meter dengan kode BG 07.
“Kode BG itu singkatan dari ‘Bagong’, nama panggilan saya di sini. Angka 02 dan 07 melambangkan identitas RT dan RW tempat saya tinggal,” jelas Supardi saat ditemui media, Senin (20/4/2026). Bahkan, identitas unik ini dipertegas dengan pemasangan nomor kendaraan buatan yakni B 490 NG.
Interior Kabin Bus dengan Teknologi Pintu Otomatis
Hingga April 2026, progres pembangunan Rumah Bus Wonogiri ini telah mencapai 60 persen dengan total biaya yang dikeluarkan sekitar Rp125 juta. Supardi menekankan bahwa tantangan terbesar dalam pembangunan bukan pada struktur bangunan, melainkan pada sistem pintu.
“Bagian paling menantang itu pintunya. Saya ingin dibuat benar-benar seperti pintu bus yang bisa terbuka dan tertutup otomatis hanya dengan menekan tombol,” tambahnya.
Pada bagian interior, Supardi berencana memasang setir, kursi pengemudi, hingga plafon khas kabin bus. Meski bentuk luarnya kendaraan, tata ruang di dalamnya tetap fungsional sebagai rumah tinggal keluarga dan ruang pertemuan warga, mengingat kapasitasnya sebagai Ketua RT setempat.
Apresiasi Pemerintah dan Potensi Wisata
Keberadaan rumah unik ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat sekitar dan apresiasi dari pihak kecamatan. Camat Jatipurno, Nur Dhana Setiawan, menilai inovasi ini mampu meningkatkan daya tarik wilayah Jatipurno bagi publik luar daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kreativitas ini karena mampu meningkatkan antusiasme masyarakat. Namun, kami tetap berpesan agar aspek keamanan bangunan tetap menjadi prioritas utama,” ujar Nur Dhana.
Supardi berharap ke depan pembangunannya bisa selesai 100 persen dan mendapatkan izin resmi terkait penggunaan desain merek bus tersebut. Saat ini, lokasi rumah tersebut sudah mulai didatangi banyak pengunjung dan konten kreator yang ingin mengabadikan momen di depan hunian anti-mainstream tersebut. (Tarmin)






