BeritaWonogiri.com [TEGAL] – Di tengah hujan deras yang mengguyur lokasi pengungsian, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menemui langsung warga terdampak bencana tanah gerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Rabu (4/2/2026). Kehadiran gubernur di pengungsian menjadi penguat moril bagi warga yang rumahnya rusak akibat pergerakan tanah.
Dalam dialog bersama warga, Ahmad Luthfi mendengarkan langsung kegelisahan masyarakat sekaligus memastikan negara hadir memberikan perlindungan dan masa depan yang lebih layak. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmen untuk merelokasi seluruh warga terdampak dari zona rawan bencana ke lokasi yang aman.
Ahmad Luthfi memastikan warga tidak akan kembali menempati kawasan rawan tanah bergerak. Relokasi akan dilakukan menyeluruh, disertai pemenuhan kebutuhan dasar secara gratis.
“Nanti dipindah ya, jangan di sini lagi. Pokoknya semua sudah disiapkan. Gratis. Yang gagal panen juga akan didata dan dibantu,” ujar Ahmad Luthfi.
Pernyataan tersebut disambut antusias warga pengungsian. Pemerintah akan melakukan pendataan menyeluruh agar bantuan dan relokasi tepat sasaran.
Afifah, warga RT 2 Desa Padasari, mengaku bersyukur atas kepastian relokasi yang disampaikan gubernur. “Terima kasih Pak Gubernur, alhamdulillah kalau ada tempat sementara,” ujarnya.
Rasa syukur juga disampaikan Khunainah, warga yang rumahnya rusak parah meski masih berdiri. Kunjungan gubernur menjadi penguat di tengah situasi sulit.
Ahmad Luthfi memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan lansia. Ia berdialog dengan Warningsih yang tengah hamil delapan bulan dan meminta tim kesehatan melakukan pemantauan intensif.
“Yang hamil harus dipastikan aman dan terpantau,” tegasnya.
Gubernur juga menyapa lansia di pengungsian Majelis Az Zikir wa Rotibain, meminta agar kebutuhan pangan dan kesehatan mereka terpenuhi.
Bencana tanah gerak Padasari terjadi pada Senin, 2 Februari 2026, setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Sekitar 250 rumah terdampak dan lebih dari 1.000 jiwa mengungsi. Pemkab Tegal menetapkan status Tanggap Darurat 14 hari dan mengaktifkan posko komando.
Pemprov Jawa Tengah menyalurkan bantuan darurat total Rp338,04 juta, termasuk logistik, layanan kesehatan, beras, obat-obatan, hingga perlengkapan sekolah, serta menyiapkan BTT Rp120 juta untuk kebutuhan mendesak warga. (*)








Komentar