BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Skuad Persiwi Wonogiri U-13 menunjukkan performa menjanjikan tiga hari menjelang bergulirnya kompetisi resmi Piala Soeratin U-13. Tim asuhan Coach Widodo tersebut menahan imbang tuan rumah Persika Karanganyar dengan skor 3-3 dalam laga uji coba sengit di Stadion 45 Karanganyar, Sabtu, 18 Juli 2026. Pertandingan pemungkas ini menjadi ajang pematangan taktik sekaligus tolok ukur kesiapan fisik para penggawa muda Laskar Kota Gaplek.
Sejak peluit babak pertama berbunyi, skuad Persiwi Wonogiri U-13 langsung mengambil inisiatif serangan. Aliran bola cepat dari lini tengah membuat lini pertahanan Persika beberapa kali kewalahan menghalau serangan terstruktur tim tamu.
Dominasi anak-anak Wonogiri langsung membuahkan hasil pada menit ke-12. Berawal dari umpan terobosan matang yang dilepaskan oleh Wiam, penyerang andalan Daffa Rasyid sukses lolos dari kawalan ketat bek lawan sebelum dengan tenang menaklukkan penjaga gawang Persika Karanganyar.
Unggul satu gol tidak membuat intensitas serangan Persiwi Wonogiri U-13 mengendur. Delapan menit berselang, tepatnya pada menit ke-20, Febra mengirimkan umpan terobosan akurat ke jantung pertahanan lawan yang kembali diselesaikan secara sempurna oleh Daffa Rasyid. Gol kedua Daffa membawa Persiwi unggul 2-0 yang bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Coach Widodo melakukan rotasi besar-besaran dengan menurunkan pemain dari bangku cadangan. Langkah ini bertujuan untuk mengukur kedalaman skuad sekaligus memberikan jam terbang kompetitif bagi seluruh 30 pemain yang diboyong ke Karanganyar.
Persika Karanganyar memanfaatkan momentum perubahan komposisi tersebut dengan memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 melalui gol pada menit ke-39. Namun, Persiwi Wonogiri U-13 merespons cepat lewat skema serangan balik kilat.
Menit ke-45, Al Yasir memanfaatkan keunggulan kecepatannya untuk menjebol gawang tuan rumah, mengubah papan skor kembali menjauh menjadi 3-1.
Sayangnya, konsentrasi lini belakang Persiwi sempat menurun di sisa waktu pertandingan. Persika berhasil memperkecil kedudukan menjadi 3-2 lewat sepakan keras pada menit ke-48 yang gagal dibendung Alka Bahra.
Menjelang peluit panjang, tuan rumah kembali mencetak gol penyama kedudukan ke gawang yang dikawal Fauzi, memaksa laga berakhir imbang 3-3.
Menanggapi hasil akhir, Coach Irfantri menegaskan bahwa skor pertandingan bukan fokus utama tim pelatih. Tim kepelatihan sengaja melakukan eksperimen rotasi posisi untuk menemukan komposisi terbaik sebelum peluit pertama kompetisi resmi ditiup.
“Kami masih merotasi pemain di berbagai posisi untuk menemukan komposisi yang paling ideal. Pertandingan ini menjadi bahan evaluasi agar saat Liga Soeratin dimulai, setiap lini benar-benar siap,” jelas Coach Irfantri usai laga.
Di sisi lain, Manajer Persiwi Wonogiri U-13, Dwi Gandok, mengaku sangat puas dengan perkembangan performa kolektif tim. Ia menegaskan, pembentukan tim ini membawa misi jangka panjang sebagai wadah pembinaan talenta sepak bola asli daerah secara berkelanjutan.
“Permainan anak-anak sudah cukup bagus sebagai bekal menuju kick off Liga Soeratin U-13. Kami ingin menjadi wadah bagi pemain-pemain lokal Wonogiri yang memiliki potensi di bidang sepak bola untuk belajar dan berkembang bersama. Selanjutnya kami menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih dan jajaran official. Semoga Persiwi Wonogiri bisa meraih hasil terbaik di Liga Soeratin tahun ini,” pungkas Dwi Gandok. (Nadhiroh)








Komentar