Hari Sumpah Pemuda: Siswa SDN 3 Giriwono Gerakkan Persatuan

Siswa SDN 3 Giriwono ikrarkan persatuan melalui upacara bendera penuh makna.

Beritawonogiri.com [WONOGIRI] – Di tengah hiruk-pikuk peringatan nasional Hari Sumpah Pemuda ke-97, SD Negeri 3 Giriwono di Kabupaten Wonogiri menggelar upacara bendera yang penuh hikmat. Acara ini tidak hanya menjadi rutinitas mingguan, melainkan momen refleksi bagi generasi muda untuk mengenang ikrar para pemuda pendiri bangsa pada 1928. Suasana pagi yang cerah di halaman sekolah diwarnai barisan rapi siswa, sementara bendera Merah Putih berkibar gagah, melambangkan semangat persatuan yang tak tergoyahkan.

Upacara yang berlangsung Selasa pagi itu diikuti secara khidmat oleh seluruh siswa SDN 3 Giriwono beserta TK Satu Atap Giriwono III, guru, dan seluruh karyawan sekolah. Total ratusan peserta hadir dengan seragam lengkap, menunjukkan komitmen bersama dalam memperingati hari bersejarah ini. Petugas upacara, yang semuanya dipilih dari perwakilan siswa kelas atas, menjalankan tugas dengan percaya diri, mulai dari pengibaran bendera hingga pembacaan teks sumpah. Kehadiran penuh ini mencerminkan bagaimana sekolah pedesaan seperti di Giriwono turut aktif membangun karakter nasionalis sejak dini.

Kepala Sekolah Suparmin sampaikan amanat penuh motivasi belajar di peringatan Sumpah Pemuda, dorong pemuda pemudi gerakkan Indonesia bersatu. (Foto: Untung)

Sebagai pembina upacara, Kepala Sekolah Suparmin membuka sesi dengan sambutan hangat yang langsung menyentuh hati para hadirin. Beliau menekankan tema tahun ini, “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, yang diadaptasi dari semangat Sumpah Pemuda asli. Tema ini dipilih untuk mengajak anak-anak tidak hanya merayakan, tapi juga bergerak nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti belajar lebih giat dan saling tolong-menolong antarwarga.Dalam amanatnya, Suparmin menyampaikan pesan moral yang relevan dengan dinamika masyarakat saat ini. “Pemuda pemudi adalah generasi penerus bangsa yang memiliki peran penting dalam memajukan Indonesia,” ujarnya dengan suara tegas namun penuh kelembutan. Beliau mengingatkan bahwa di era digital seperti sekarang, persatuan bukan lagi sekadar kata-kata, melainkan aksi konkret untuk mengatasi tantangan seperti perubahan iklim dan kesenjangan sosial yang masih melanda daerah seperti Wonogiri.

Lebih lanjut, Suparmin secara pribadi menyapa para siswa sebagai “anak-anakku yang hebat”. “Hari ini kita memperingati Hari Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda adalah janji para pemuda untuk bersatu dan berjuang demi Indonesia. Mari kita jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai motivasi untuk belajar dengan giat, menjadi anak yang baik, dan berkontribusi bagi bangsa dan negara. Jadilah pemuda-pemudi yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Selamat Hari Sumpah Pemuda!” Pesan ini disambut tepuk tangan meriah, seolah menyatukan hati semua yang hadir dalam satu ikrar bersama.

Tak hanya dari pembina, suara generasi muda juga ikut bergema. Salah satu siswa kelas 5, yang mewakili teman-temannya, berbagi pandangannya tentang makna persatuan. “Persatuan adalah kunci kekuatan bangsa kita. Dengan bersatu, kita dapat mencapai tujuan bersama dan memajukan Indonesia,” katanya sederhana namun mendalam. Ucapan ini, yang disampaikan dengan mata berbinar, menjadi pengingat bahwa pemahaman nilai-nilai nasional bisa tumbuh dari hati anak-anak desa yang polos.

Upacara ini diharapkan menjadi momentum abadi bagi siswa-siswi SDN 3 Giriwono untuk meningkatkan kesadaran akan peran mereka sebagai agen perubahan. Dengan tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, kegiatan ini tidak berhenti di halaman sekolah saja, melainkan meluas ke lingkungan rumah dan masyarakat. Di Wonogiri yang dikenal dengan potensi alamnya, semangat ini bisa diterjemahkan menjadi aksi nyata, seperti menjaga lingkungan atau saling berbagi ilmu antarsiswa.

Secara lebih luas, peringatan di SDN 3 Giriwono mencerminkan upaya pendidikan nasional untuk menjaga api Sumpah Pemuda tetap menyala. Di tengah isu global seperti polarisasi sosial, acara sederhana seperti ini justru menjadi fondasi kuat bagi bangsa. Suparmin menutup upacara dengan doa bersama, meninggalkan kesan bahwa persatuan dimulai dari langkah kecil setiap individu, terutama generasi muda yang penuh harapan.

Komentar