Beritawonogiri.com [WONOGIRI] – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah menyelenggarakan Orientasi Teknis Uji Coba Model Konseptual Sinergitas PAUD SD Satu Atap dengan Bridging Curriculum bagi kepala sekolah dan guru SD Negeri 3 Giriwono, serta guru TK Satu Atap Giriwono 3, Wonogiri. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 21 Oktober 2025, menghadirkan narasumber Widya Prada dan perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri.
Dipimpin oleh Heri Martono, M.Pd., dari BBPMP Jateng, kegiatan ini turut dihadiri pengawas TK, pengawas SD, Ketua IGTKI, dan Suseno, S.Pd. dari Disdikbud Wonogiri. Materi yang disampaikan meliputi pengembangan bridging curriculum, tata kelola, dan model sinergitas PAUD SD satu atap, yang diharapkan mampu menjawab tantangan transisi pendidikan anak dari TK ke SD.

Kepala SD Negeri 3 Giriwono, Suparmin, menyambut baik inovasi ini. Menurutnya, bridging curriculum dapat menjembatani program pembelajaran yang belum tuntas di TK agar dapat dilanjutkan dan dikembangkan di SD. Langkah ini dipandang sebagai solusi nyata untuk memperbaiki kualitas pendidikan di daerah dan menyiapkan anak lebih matang masuk jenjang sekolah dasar.
Ortek tersebut merupakan tindak lanjut dari studi pendahuluan pengembangan model sinergitas PAUD SD satu atap, yang digagas Kepala BBPMP Jateng, DR. Nugraheni Triastuti, lewat kunjungan pada September 2025. Studi ini melibatkan pembiasaan siswa SDN 3 Giriwono, seperti pembacaan Asmaul Husna, senam anak Indonesia Hebat, dan unjuk bakat siswa.
Kepala BBPMP Jateng memantau langsung suasana pagi di sekolah sebelum proses pembelajaran, memastikan implementasi kebiasaan baik, khususnya tujuh kebiasaan anak Indonesia Hebat, dapat berjalan optimal sebagai pondasi karakter siswa sejak dini.
Sinergi antara PAUD dan SD dalam satu atap dengan bridging curriculum diharapkan memberi manfaat nyata: mempermudah transisi, menekan angka putus sekolah, dan memperkuat keterampilan anak sesuai fase perkembangan usia. Guru dan kepala sekolah yang hadir juga aktif berdiskusi terkait strategi pembelajaran dan penanganan kendala.
Kegiatan ini berjalan baik dan mendapat apresiasi dari semua peserta. BBPMP Jateng dan Dinas Pendidikan optimis model bridging curriculum mampu mendorong kualitas pendidikan Wonogiri ke level yang lebih baik dan sesuai tuntutan kurikulum nasional.
Pihak sekolah berharap sinergi PAUD-SD satu atap dan penerapan bridging curriculum bisa direplikasi di sekolah lain di Wonogiri dan Jawa Tengah, sehingga kualitas pembelajaran anak usia dini dan SD semakin terpadu.(*)






