Kaum Muda Wonogiri Dilatih Jadi Content Creator, Gempur Rokok Ilegal Lewat Konten Digital

Pelatihan konten media online lewat DBHCHT lahirkan kreator muda Wonogiri yang siap dukung kampanye anti rokok ilegal.

Beritawonogiri.com [WONOGIRI] – Sejumlah kaum muda di Kabupaten Wonogiri mengikuti Pelatihan Konten Media Online dalam rangka sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang cukai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis (16-18/9/2025) di Golden Resto Wonogiri.

Peserta pelatihan terbagi dalam tiga gelombang. Hari pertama diikuti 25 anggota Purna Paskibraka Kabupaten Wonogiri, hari kedua diikuti 25 anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Wonogiri, dan hari terakhir diikuti 25 anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, FX Pranata, menyampaikan bahwa DBHCHT adalah salah satu bentuk dana transfer dari pemerintah pusat yang dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan di daerah penghasil atau terdampak tembakau. “Dana ini dapat dipakai untuk bidang kesehatan, kesejahteraan masyarakat, penegakan hukum terkait rokok ilegal, serta pemberantasan barang kena cukai ilegal,” jelasnya.

Selain itu, DBHCHT juga diarahkan untuk peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, serta pembinaan lingkungan sosial. Pranata menegaskan bahwa pemanfaatan DBHCHT harus tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan menyusun konten digital yang edukatif dan komunikatif. “Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai kebijakan DBHCHT, bahaya rokok ilegal, sekaligus membangun jejaring content creator lokal yang aktif dalam kampanye Gempur Rokok Ilegal,” tambah Pranata.

Peserta juga mendapatkan praktik langsung membuat konten visual dan narasi edukasi yang dapat dipublikasikan di berbagai platform media sosial. Dengan begitu, generasi muda Wonogiri diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menyebarkan pesan positif tentang cukai, kesehatan, dan lingkungan sosial.

Kegiatan berjalan interaktif dan penuh antusiasme. Beberapa peserta mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama untuk meningkatkan keterampilan digital yang bisa digunakan tidak hanya untuk sosialisasi cukai, tapi juga untuk pengembangan diri di era teknologi informasi.

Dengan lahirnya para kreator konten muda, pemerintah daerah berharap pesan edukasi mengenai cukai, bahaya rokok ilegal, dan manfaat DBHCHT dapat menjangkau lebih luas ke masyarakat.(*)

Komentar