BeritaWonogiri.com [WURYANTORO] – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Siti Khasanah, melakukan inovasi infak usaha produktif (Insaf). Siti bersama jamaah majelis taklimnya mengelola infak agar benar-benar produktif dan lebih bermanfaat.
“Awalnya kegiatan kami hanya mengaji dengan metode tilawati. Kemudian kami berinisiatif ada infak. Semula, infak itu sebagian digunakan untuk santunan anak yatim, difabel, dan pemberian sembako. Saya kemudian berupaya mengelola infak itu agar lebih bermanfaat dengan menyalurkannya kepada Ibu-ibu yang memiliki usaha,” jelas Siti.
Menurut Siti, ibu-ibu yang mengikuti pengajian sebagian mempunyai usaha mikro, kecil dan menengah. Di antara mereka, imbuhnya, terkadang ada yang meminjam ke rentenir.
Baca juga: Lauching Sunday Morning Market Wuryantoro, Wahana Silaturahmi Dan Menghidupkan Ekonomi Berkolaborasi
Akhirnya, kata Siti, atas kesepakatan bersama, infak yang dikelola menjadi Insaf kemudian disalurkan kepada jemaah yang memiliki usaha ataupun berdagang untuk tambahan modal.
Di antaranya produk atau barang dagangan jamaah adalah es degan, tempe keripik, kacang telur, kue dan jus, salad buah, arem-arem dan sebagainya. Siti menambahkan, modal yang diberikan itu sebanyak Rp500.000.
Kepala KUA Wuryantoro, Suparna, SAg, mendukung kegiatan itu agar bisa menginspirasi yang lain untuk Insaf. “Dakwah dengan pemberdayaan umat untuk kemajuaan umat dan bermanfaat bagi umat,” lanjutnya.
Camat Wuryantoro, Soemardjono Fadjari, SSTP, MHum, mengapresiasi kinerja Siti Khasanah Penyuluh Agama KUA Kecamatan Wuryantoro atas program pemberdayaan ekonomi umat melalui Insaf.
“Harapannya semoga semakin banyak jamaah yg diberdayakan,” imbuhnya.
Ketua TP PKK Kecamatan Wuryantoro, Wenny Mahyasdewi, SE menyampaikan rasa terima kasihnya atas upaya Siti yang dilakukan tanpa kenal lelah dan pantang putus asa memotivasi ibu-ibu di Kecamatan Wuryantoro menjadi mandiri secara finansial melalui pengembangan UMKM.
Salah satu penerima Insaf, Margiyati mengaku semakin semangat dengan dukungan modal. “Saya bisa berkembang dan terhindar dari rentenir. Insaf membuat kami lebih produktif,” katanya. (Nadhiroh/*)






