BeritaWonogiri.com [SELOGIRI] – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Selogiri, Kabupaten Wonogiri, menggelar pengajian bertema “Pengantar Tarjih Muhammadiyah” diikuti pembinaan dan koordinasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-cabang Selogiri, Ahad (9/11). Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Harian Cabang, Pimpinan Cabang Aisyiyah, pimpinan majelis, dan seluruh PRM Selogiri, memperkuat silaturahmi serta komitmen dakwah.
Drs. Sudirman, MQ, dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonogiri, bertindak sebagai narasumber utama. Ia menguraikan materi tentang Manhaj Tarjih dan metode penetapan hukum di Muhammadiyah, sekaligus mendampingi peserta memahami sejarah, tipologi, dan hasil keputusan Majelis Tarjih. “Sifat-sifat tarjih itu toleran, terbuka, dan tidak fanatik pada mazhab tertentu,” tegas Sudirman.

Sebelum sesi utama, dr. Umaryani, MM, mempresentasikan layanan unggulan Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri yang telah terakreditasi Paripurna. “Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan semangat dakwah dan profesionalitas,” tutur dr. Umaryani.
Sudirman membuka penyampaian dengan kisah KH. AR Fachruddin, yang menolak pengobatan gratis di RS Muhammadiyah demi mendukung amal usaha. “Itu adalah contoh nyata bagaimana seorang pimpinan memberi teladan untuk membesarkan Amal Usaha Muhammadiyah,” ujarnya.
Sejarah Majelis Tarjih yang berdiri sejak tahun 1927 diulas mulai dari latar belakang, pola pikir, hingga tiga metode tarjih: bayani, burhani, dan irfani. Sudirman menekankan pentingnya tajdid dan adaptasi dalam organisasi Muhammadiyah agar tetap relevan di era modern.
Ketua PCM Selogiri, Yanto, S.Ag, dalam sambutannya menyoroti pentingnya sinergi dan koordinasi antar pimpinan di semua level organisasi. “Pimpinan itu harus menjadi pembelajar, berkoordinasi dan bersinergi antara ranting, majelis, ortom, dan amal usaha,” tegas Yanto.
Sebagai dukungan terhadap penguatan ideologi dan tata kelola organisasi, PCM Selogiri menyerahkan Buku Himpunan Putusan Tarjih dan AD/ART Muhammadiyah kepada semua PRM. Acara diakhiri doa bersama dengan harapan agar para pimpinan makin solid dalam dakwah dan pengembangan amal usaha Muhammadiyah di ranting hingga cabang.(*)






