BeritaWonogiri.com [PRACIMANTORO] – Polri turun langsung di Musrenbangdes Desa Lebak sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus mendorong pembangunan desa yang partisipatif dan berkelanjutan. Kehadiran aparat kepolisian dalam forum strategis ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan tidak hanya soal anggaran, tetapi juga rasa aman bagi warga.
Hal itu terlihat saat Polsek Pracimantoro Polres Wonogiri menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2026 yang digelar di Balai Desa Lebak, Kecamatan Pracimantoro, Senin (26/1/2026). Musrenbangdes ini menjadi pijakan awal penyusunan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di tingkat desa.
Musrenbangdes dimulai pukul 13.00 WIB dan dihadiri sekitar 40 peserta dari berbagai unsur strategis. Mulai dari DPRD Kabupaten Wonogiri, pemerintah kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, pendamping desa, hingga tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta perwakilan instansi terkait.
Kehadiran lengkap lintas sektor ini menjadikan Musrenbangdes Desa Lebak bukan sekadar forum formal, melainkan ruang dialog terbuka untuk menyatukan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Kapolsek Pracimantoro AKP Bunal Eko Trilaksono, S.H. menegaskan bahwa pembangunan desa tidak akan berjalan optimal tanpa situasi kamtibmas yang kondusif.
“Pembangunan desa tidak akan berjalan optimal tanpa situasi kamtibmas yang kondusif. Kami mengajak perangkat desa dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” ujar AKP Bunal.
Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menciptakan rasa aman, salah satunya dengan mengaktifkan kembali ronda malam sebagai langkah preventif mencegah gangguan keamanan di lingkungan desa.
Selain isu keamanan, Kapolsek Pracimantoro juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di musim penghujan. Menurutnya, cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana tanah longsor serta meningkatnya risiko penyakit seperti demam berdarah.
“Menjaga kebersihan lingkungan adalah langkah sederhana namun sangat penting untuk mencegah penyakit,” imbuhnya.
Pesan ini menjadi perhatian serius peserta Musrenbangdes, mengingat kondisi geografis wilayah Pracimantoro yang memiliki sejumlah titik rawan saat curah hujan tinggi.
Musrenbangdes Desa Lebak Tahun 2026 membahas berbagai agenda strategis. Mulai dari evaluasi pembangunan tahun sebelumnya, dampak pemangkasan anggaran desa, hingga penyusunan program prioritas yang akan diusulkan ke tingkat kabupaten, provinsi, dan pemerintah pusat.
Sejumlah usulan pembangunan mencuat dalam forum ini, terutama yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat seperti infrastruktur desa, peningkatan pelayanan publik, penguatan ekonomi lokal, serta program pemberdayaan pemuda dan masyarakat.
Tokoh masyarakat dan pemuda Desa Lebak memanfaatkan Musrenbangdes sebagai ruang menyampaikan aspirasi secara langsung. Forum ini dinilai efektif karena membuka dialog dua arah antara warga dan pemangku kebijakan.
Dengan mekanisme ini, rencana pembangunan yang disusun diharapkan benar-benar berangkat dari kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar program administratif.
Sementara itu, Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam Musrenbangdes adalah bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan yang transparan dan aman.
“Polri hadir untuk memastikan setiap tahapan perencanaan pembangunan berjalan dengan aman dan partisipatif. Musrenbangdes menjadi momentum penting menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini,” tegas AKP Anom.
Ia juga menyampaikan bahwa Musrenbangdes dilaksanakan serentak di sejumlah kecamatan di Kabupaten Wonogiri, sebagai bagian dari perencanaan pembangunan daerah yang terintegrasi.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara Musrenbangdes sebagai simbol kesepakatan bersama.
Kehadiran Polri dalam Musrenbangdes Desa Lebak menjadi bukti bahwa keamanan dan pembangunan berjalan beriringan. Dengan kolaborasi seluruh elemen, diharapkan pembangunan desa dapat berlangsung lancar dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat. (*)







Komentar