BeritaWonogiri.com (Washington)– Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa kawasan Timur Tengah sudah lepas dari China. Para pemimpin negara di kawasan kaya minyak tersebut, kini tidak lagi berpihak ke China.
“Kawasan tersebut penting, tetapi tak pernah diperlakukan dengan benar,” kata Trump dikutip Fox News, Jumat, 16 Mei 2025.
Dia menuduh China secara agresif membujuk Timur Tengah agar bisa mengamankan pasokan energi dalam jangka panjang.
Itu dikatakan Trump usai lawatannya ke Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UAE), Trump yang berakhir pada Jumat.
Trump menjelaskan bahwa dirinya datang ke kawasan itu untuk menarik investasi ke AS.
“Saya selalu menilai kawasan itu sangat penting,” kata dia.
Menurut Trump, negara-negara di Timur Tengah dulu sebenarnya “tidak benar-benar ingin” mendekat ke China, tetapi hubungan mereka semakin kuat dan China “akan menjadi induk” mereka.
“Tetapi sekarang, situasinya tidak lagi seperti itu,” katanya.
Dalam kunjunganna pada Selasa dan Rabu, Trump mendapatkan investasi sebesar US$600 miliar dari Arab Saudi dan US$1,2 triliun dari Qatar, yang totalnya setara dengan Rp29.680 triliun lebih.
Pada Kamis, Gedung Putih mengumumkan beberapa perjanjian investasi baru senilai US$200 miliar lebih yang didapatkan selama kunjungan Trump ke Abu Dhabi.
Pertemuannya dengan Presiden UAE Mohamed bin Zayed Al Nahyan mempercepat komitmen US$1,4 triliun yang sebelumnya diumumkan pada Maret.(Irfandy*)







Komentar