Alasan Banyak WNI Pilih Jadi Sopir Bus di Jepang: Kualitas Hidup Bagus dan Upah Layak

Mahatmi Rismartanti Jadi Sopir Bus Perempuan Indonesia Pertama

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Fenomena baru perpindahan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri kini tengah menjadi sorotan di jagat maya. Gelombang Warga Negara Indonesia (WNI) yang memilih pindah ke luar negeri untuk beralih profesi terus meningkat secara signifikan. Banyak dari mereka kini mengincar pekerjaan sebagai sopir bus di Jepang demi mendapatkan penghasilan yang jauh lebih layak serta jaminan kualitas hidup yang lebih stabil.

Langkah ini menyusul kebijakan Negeri Sakura yang tengah membuka pintu lebar-lebar bagi tenaga kerja asing akibat krisis transportasi domestik. Saat ini, Jepang dilaporkan sedang mengalami kelangkaan akut hingga mencapai 30.000 pengemudi bus di berbagai wilayahnya.

Krisis tenaga kerja yang melanda sektor transportasi publik ini menjadi berkah tersendiri bagi para pencari kerja asal Indonesia. Perusahaan otobus di Jepang berani menawarkan upah yang sangat kompetitif untuk menarik minat pekerja asing. Gaji awal atau pemula untuk profesi ini dilaporkan bisa menembus angka sekitar Rp50 juta per bulan.

Namun, daya tarik bermigrasi ke Jepang tidak semata-mata diukur dari besaran nominal upah yang ditawarkan. Para pekerja migran Indonesia mengaku tertarik karena adanya kepastian hukum, sistem jaminan sosial yang kuat, perlindungan tenaga kerja yang ketat, serta ekosistem transportasi publik yang sudah tertata dengan sangat rapi. Kualitas hidup dan lingkungan kerja yang aman menjadi alasan utama mereka betah merantau.

Berdasarkan data terkini hingga pertengahan tahun 2026, tercatat sudah ada 16 WNI yang resmi mengaspal dan bekerja sebagai pengemudi bus di berbagai kota di Jepang. Tren ini tidak hanya didominasi oleh kaum pria saja.

Di antara jajaran pekerja migran tersebut, terselip nama Mahatmi Rismartanti. Ia berhasil mengukir sejarah sebagai perempuan Indonesia pertama yang sukses menekuni profesi sebagai pengemudi bus di negara maju tersebut. Kisah inspiratif Mahatmi dan rekan-rekan seprofesinya ini awalnya mencuat ke publik dan viral setelah diunggah oleh akun kompilasi berita @btgfeed di platform media sosial Threads.

Peluang emas ini diproyeksikan akan terus terbuka bagi WNI dalam beberapa tahun ke depan. Mengingat, Pemerintah Jepang masih terus mengevaluasi regulasi pelonggaran visa demi memulihkan jaringan transportasi mereka yang sempat lumpuh akibat krisis penuaan populasi (aging population). (*)

Komentar