Wabup Karanganyar Adhe Eliana Raih Apresiasi Jateng atas Penurunan Stunting

Strategi Inovatif Karanganyar Tekan Stunting hingga 4,15%

Beritawonogiri.com [KARANGANYAR] – Wakil Bupati Karanganyar, H. Adhe Eliana, S.E., selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas upaya signifikan dalam menekan angka stunting di Kabupaten Karanganyar. Penghargaan ini disampaikan dalam penilaian aksi stunting yang digelar secara daring melalui Zoom pada Rabu, 28 Mei 2025.

Mewakili Bupati Karanganyar Rober Christanto, Adhe Eliana memaparkan komitmen serius Pemkab Karanganyar dalam menangani stunting. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, prevalensi stunting di Karanganyar mencapai 22,3%, lalu turun tipis menjadi 22,2% pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Data terbaru dari Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) per 15 Juli 2024 menunjukkan angka stunting berhasil ditekan hingga 4,15%, dengan tingkat kehadiran Posyandu mencapai 93%.

“Penurunan stunting adalah kerja kolaboratif. Kami menggabungkan intervensi spesifik, seperti pemantauan gizi dan pemberian makanan tambahan, dengan intervensi sensitif, seperti penyediaan sanitasi dan edukasi perilaku hidup sehat,” ujar Adhe Eliana dalam presentasinya, Rabu (28/5/2025).

Pemkab Karanganyar juga menghadirkan inovasi lokal, seperti Pangan Olahan untuk Kebutuhan Medis Khusus (PKMK) yang ditujukan untuk anak-anak stunting, serta program Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) yang melibatkan berbagai pihak untuk memberikan bantuan langsung kepada keluarga terdampak. “Target kami bukan hanya menurunkan angka, tetapi memastikan setiap anak di Karanganyar tumbuh sehat dan optimal,” tambahnya.

Untuk keberlanjutan, Pemkab Karanganyar telah menyusun rencana replikasi program dan penguatan kelembagaan di tingkat desa. Dana desa didorong untuk dimanfaatkan secara maksimal guna mendukung kegiatan percepatan penurunan stunting, seperti pembangunan sanitasi, penyediaan air bersih, dan edukasi gizi. Adhe Eliana juga menekankan pentingnya sinergi dengan Forkopimda, organisasi masyarakat, dan sektor swasta untuk mencapai target nasional prevalensi stunting 14% pada 2024.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, melalui Kepala Dinas Kesehatan Jateng, dr. Yulianto Prabowo, M.Kes., memuji langkah Karanganyar yang dinilai efektif dan terukur. “Karanganyar menunjukkan komitmen kuat dengan data yang jelas dan inovasi yang relevan. Ini menjadi contoh bagi kabupaten lain,” ujarnya.

Ke depan, Pemkab Karanganyar akan terus memperkuat Posyandu sebagai ujung tombak pencegahan stunting, memperluas edukasi gizi, dan melibatkan komunitas lokal untuk memastikan anak-anak bebas dari stunting. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi Pemkab Karanganyar atau akun media sosial @pemkabkaranganyar.

Editor: Tri Wahyudi

Komentar