BeritaWonogiri.com [JAKARTA] – Upaya terintegrasi dalam menekan angka stunting Jawa Tengah membuahkan pengakuan di tingkat nasional. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sukses menyabet penghargaan kategori Health Ecosystem pada ajang bergengsi National Governance Award 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat malam (24/4/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Keberhasilan ini mempertegas efektivitas strategi kesehatan yang digerakkan bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen melalui berbagai program inovatif yang menyentuh tingkat akar rumput.
Jawa Tengah dinilai progresif dalam memperkuat ekosistem layanan dasar. Keberhasilan menurunkan prevalensi stunting Jawa Tengah didukung oleh program unggulan seperti Spesialis Keliling (Speling), Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan percepatan layanan rumah sakit (Fastrack RS).
Inovasi Speling dan CKG: Kunci Penurunan Stunting Jawa Tengah
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil kerja kolektif. “Ini bukan sekadar simbol, tetapi pengakuan atas kolaborasi 369 rumah sakit dengan puskesmas hingga perangkat desa,” ujar Luthfi usai menerima penghargaan.
Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Kusminar, menambahkan bahwa program Speling memberikan dampak nyata terhadap aksesibilitas warga. Program ini mendekatkan dokter spesialis ke wilayah terpencil untuk melakukan skrining dini.
Capaian Angka 9,8 Persen Berdasarkan Data e-PPGBM
Berdasarkan data terbaru e-PPGBM, prevalensi stunting Jawa Tengah saat ini berada di angka 9,8 persen dari total 1,9 juta balita yang ditimbang. Hingga April 2026, program Speling sendiri telah menjangkau 1.030 desa di 440 kecamatan dengan total sasaran mencapai 97.506 warga.
Penggunaan Teknologi X-Ray Portable TB X-PRESS
Selain fokus pada gizi, Pemprov Jateng mulai mengintegrasikan deteksi penyakit prioritas. Penggunaan teknologi X-Ray portable TB X-PRESS dilakukan untuk mempercepat skrining Tuberkulosis (TBC) di lapangan agar tidak memperburuk kondisi kesehatan balita.
Sinergi 369 Rumah Sakit dan Kolaborasi Lintas Sektor
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam sambutannya memuji kinerja daerah yang mampu menopang agregasi nasional. Jateng mencatatkan realisasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) tertinggi di Indonesia, di mana pada 2025 mencapai 14,29 juta orang atau 37,73 persen.
Selain Pemerintah Provinsi, Kabupaten Kebumen dan Sragen juga turut membawa pulang penghargaan. Kebumen diapresiasi atas reformasi birokrasi, sementara Sragen unggul dalam tata kelola pemerintahan yang inklusif.
Langkah Selanjutnya: Target Penanganan TBC dan Layanan Prioritas
Ahmad Luthfi berkomitmen akan terus mendorong inovasi kesehatan secara berkelanjutan. Ke depan, sistem terintegrasi ini akan dioptimalkan untuk menangani penyakit menular dan memperkuat pembiayaan kesehatan masyarakat secara mandiri.
Prestasi ini memantapkan posisi Jawa Tengah sebagai pionir layanan kesehatan di tanah air. Dengan sistem yang sudah mapan, target swasembada kesehatan dan kualitas SDM unggul di Jawa Tengah kini semakin dekat untuk diwujudkan. (*)






