Beritawonogiri.com [JAKARTA] – Indonesia tengah merasakan penurunan suhu yang signifikan akibat pengaruh angin monsun Australia yang kering dan dingin, sebagaimana diungkapkan akun X @zakiberkata. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena ini dipicu oleh musim dingin di Australia yang mencapai puncaknya pada Juli 2025.
Angin monsun dari benua Australia yang bertekanan tinggi bergerak menuju Asia yang bertekanan rendah, melintasi wilayah Indonesia, menyebabkan hawa sejuk di beberapa daerah. Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, angin monsun Australia membawa udara kering dan dingin, terutama memengaruhi wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
“Suhu di beberapa wilayah bisa turun hingga 2-3°C dari rata-rata, terutama pada malam hari,” ujarnya. BMKG mencatat, suhu di Bali dan Yogyakarta sempat mencapai 20°C pada akhir Juni 2025, lebih rendah dari rata-rata 26-28°C untuk wilayah pesisir. Fenomena ini terkait dengan pergerakan massa udara kering dari gurun Australia yang dipengaruhi musim dingin, sebagaimana dijelaskan dalam laporan klimatologi BMKG.
Angin monsun ini, yang bertiup dari April hingga September, membawa dampak positif seperti berkurangnya polusi udara, namun juga meningkatkan risiko kebakaran hutan di wilayah kering. Meski suhu turun, BMKG memastikan Indonesia tetap berada dalam musim kemarau, dengan curah hujan yang minim di wilayah selatan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan dan menjaga kesehatan di tengah perubahan suhu yang tidak biasa.








Komentar