Fashion Show Batik Lokal Karst Gunungsewu Pracimantoro Meriahkan CFD Giritontro

BeritaWonogiri.com [GIRITONTRO] – Suasana Car Free Day (CFD) Giritontro, Kabupaten Wonogiri, Minggu, 6 Juli 2025 pagi tampak berbeda dari biasanya. Warga yang biasanya berolahraga dan menikmati pagi disuguhi pertunjukan peragaan busana batik karya lokal.

Kolaborasi antara batik cikal Pracimantoro dan Alifi Modelling Class sukses menghadirkan gelaran fashion show bertema Karst Gunungsewu. Peragaan busana ini memukau para pengunjung.

Batik Cikal Pracimantoro menampilkan beragam karya batik ciprat dan batik tulis khas Pracimantoro Wonogiri. Motif-motif yang ditampilkan terinspirasi dari kekayaan alam karst kawasan Gunungsewu yang membentang eksotik di Wonogiri Selatan.

Batik-batik tersebut dikreasikan dalam bentuk busana modern namun tetap kental dengan nuansa lokalitas.

Owner sekaligus seniman di balik Batik Cikal, Maman mengungkapkan rasa bangganya bisa memamerkan karya dalam forum terbuka.

“Menampilkan kekayaan warisan budaya ekologis dalam bentuk batik menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Ini sekaligus cara mengenalkan Pracimantoro dari sisi kebudayaan yang khas,” ujarnya.

Sebagai produsen sekaligus pengrajin batik lokal, batik cikal dikenal konsisten mengangkat tema-tema lokal dalam setiap karya. Selama ini, batik cikal Pracimantoro aktif memproduksi batik tulis dan ciprat berbasis lingkungan dan memberdayakan masyarakat sekitar dalam proses produksinya.

Misi pelestarian budaya dan pemberdayaan menjadi semangat utama dalam gerakan batik ini.

Sementara itu, Alifi selaku manajemen dari Alifi Modelling Class mengapresiasi antusiasme masyarakat. Meski persiapan berlangsung singkat, acara berlangsung lancar dan mendapat sambutan hangat.

“Kami cukup puas dengan hasilnya dan sangat terbuka untuk kolaborasi-kolaborasi berikutnya dengan konsep yang lebih matang dan kualitas penampilan yang lebih baik,” ucapnya.

Menurutnya, acara ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya ruang publik sebagai ajang edukasi dan ekspresi budaya. Perpaduan antara tradisi, seni dan kecintaan terhadap lingkungan tercermin dalam langkah para model yang melintasi panggung CFD Giritontro.

“Diharapankan, kegiatan semacam ini bisa menjadi agenda rutin yang mengangkat potensi lokal Wonogiri ke panggung yang lebih luas,” karanya. (Suryo Perment/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *