Batik Wonogiren 2025: Pameran UMKM dan Warisan Budaya di Wonogiri Hidupkan Ekonomi Lokal

Pameran Batik Wonogiren 2025 hadirkan puluhan UMKM, tampilkan kreasi batik, kuliner khas Wonogiri, dan pertunjukan seni untuk memperkuat ekonomi berbasis budaya.

Beritawonogiri.com [WONOGIRI] – Sebagai bentuk komitmen mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, Dinas Perdagangan dan KUKM Wonogiri berkolaborasi dengan Rumah BUMN BNI menggelar Pameran Batik Wonogiren 2025. Kegiatan dengan tema “Sentra Rasa, Sentra Warna, Ragam Cerita Batik Wonogiren” berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 11–12 Oktober 2025, di halaman depan Sport Tourism Center Pringgondani.

UMKM Batik Jadi Sorotan

Pameran ini menampilkan beragam produk UMKM, mulai dari kerajinan tangan, makanan ringan, hingga minuman khas Wonogiri. Namun, yang menjadi pusat perhatian adalah perajin Batik Wonogiren dengan motif-motif khas yang menggambarkan kearifan lokal daerah setempat.

Dukungan Pemerintah Daerah

Acara resmi dibuka oleh Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, yang menyampaikan pentingnya ruang promosi bagi pelaku usaha lokal. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa potensi batik di Wonogiri cukup besar baik dari sisi produsen maupun konsumen. “Kami mendorong teman-teman perajin untuk terus berkembang dengan memberikan ruang seluas-luasnya bagi kreativitas,” ujarnya.

Menguatkan Cinta Produk Lokal

Bupati Wonogiri berharap pameran ini dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap batik daerah serta menambah pengetahuan tentang kekayaan motif Batik Wonogiren. Ia menilai kegiatan ini juga berperan memperkuat identitas budaya sekaligus menjadi motor ekonomi bagi warga.

Daya Tarik Pameran: Seni, Fashion, dan Workshop

Kepala Dinas Perdagangan dan KUKM, Wahyu Widayati, menjelaskan bahwa pameran ini tidak hanya memamerkan produk batik. Beragam kegiatan turut digelar, seperti pertunjukan tari, fashion show, akustik band, talkshow, hingga workshop batik Wonogiren yang edukatif dan interaktif.

Mendorong Ekonomi Kreatif Daerah

Menurut Wahyu, pameran ini menjadi momentum untuk mengangkat potensi lokal yang selama ini belum banyak terekspos. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang jual beli, melainkan wadah memperkuat peran UMKM dalam pembangunan daerah dan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

Kolaborasi Menuju Kemandirian

Wahyu menambahkan, Pameran Batik Wonogiren merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat. “Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi tradisi tahunan yang mendorong keberlanjutan warisan budaya serta memperkuat posisi Wonogiri sebagai daerah penghasil batik yang kreatif dan inovatif,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *