BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Taufik Abdul Karim tampil impresif sejak hari pertama perlombaan. Pada Kamis malam, ia turun di nomor 100 meter T11 dan langsung mempersembahkan medali emas. Keesokan harinya, atlet kelahiran 25 Februari 1998 tersebut kembali menunjukkan konsistensi dengan meraih emas kedua di nomor 200 meter T11.
“Untuk tanding Kamis malam kita sangat senang, pastinya karena kami berdua ini perdana di ASEAN Para Games Thailand,” ujar Taufik, dikutip dari laman kemenpora.go.id, Sabtu (24/01/2026).
Tak berhenti di dua nomor tersebut, Taufik juga dijadwalkan turun pada nomor 400 meter T11, menambah peluang Indonesia untuk kembali menambah pundi-pundi medali di ajang olahraga difabel terbesar se-Asia Tenggara ini.
Dalam cabang para atletik kategori T11, peran guide runner atau pelari pendamping menjadi faktor krusial. Pada ASEAN Para Games 2025, Taufik didampingi oleh Guntur, guide runner yang baru tahun ini disatukan dengannya.
Guntur mengungkapkan bahwa meski baru berpasangan dengan Taufik, dirinya bukan sosok baru di ASEAN Para Games.
“Jadi sebelumnya saya juga ikut di APG tapi tidak dengan Taufik. Jadi dia atlet baru,” ungkap Guntur.
Kolaborasi antara Taufik dan Guntur langsung membuahkan hasil manis. Guntur menuturkan bahwa atlet yang didampinginya berhasil memecahkan rekor ASEAN Para Games.
“Pecah rekor APG dengan catatan waktu 23,53 detik,” imbuhnya, merujuk pada nomor 200 meter T11.
Rekor tersebut menjadi bukti nyata bahwa kerja sama atlet dan guide runner yang solid mampu menghasilkan prestasi kelas dunia.
Keberhasilan Taufik Abdul Karim menjadi simbol bahwa daerah memiliki potensi atlet luar biasa. Sebagai atlet asal Wonogiri, ia membuktikan bahwa pembinaan yang tepat dan kerja keras mampu mengantarkan atlet lokal ke panggung internasional.
Prestasi ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama di ajang ASEAN Para Games, khususnya pada cabang para atletik.
Capaian Taufik diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi atlet muda, khususnya atlet difabel, untuk terus berjuang dan berprestasi tanpa memandang keterbatasan fisik.
Di balik kesuksesannya, Taufik menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada keluarga yang selalu setia mendukung perjuangannya.
“Terima kasih untuk keluarga kecil saya, orang tua dan teman-teman yang mendukung kami berdua,” pungkasnya.
Ia secara khusus mempersembahkan medali emas tersebut untuk istri dan anak-anaknya yang tak pernah berhenti memberikan doa dan semangat.
Sebagai atlet para atletik, Taufik menegaskan bahwa kondisi fisik bukanlah halangan untuk berprestasi. Dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan lingkungan sekitar, ia mampu menorehkan prestasi membanggakan bagi negara dan bangsa Indonesia.
Prestasi Taufik Abdul Karim di ASEAN Para Games 2025 menjadi momentum penting bagi pembinaan atlet para atletik nasional. Konsistensi latihan, dukungan federasi, serta sinergi antara atlet dan pendamping diharapkan terus ditingkatkan.
Dengan pencapaian gemilang ini, Taufik berpeluang melangkah lebih jauh ke ajang internasional lainnya dan menjadi tulang punggung tim para atletik Indonesia di masa mendatang. (Wulan Eka Handayani)








Komentar