BeritaWonogiri.com [SLOGOHIMO] – Lapangan Desa Waru dipenuhi sorak sorai ratusan warga saat para pemain memasuki arena pertandingan. Menariknya, pusat perhatian dalam kompetisi ini bukanlah atlet profesional atau pemain muda, melainkan para bapak berusia 40 tahun ke atas yang tampil penuh semangat dalam Turnamen Mini Soccer Jago Kapuk.
Kegiatan yang berlangsung mulai Selasa, 14 Juli 2026 hingga Minggu, 19 Juli 2026 ini menjadi salah satu rangkaian utama peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Selain itu, kompetisi sepak bola mini ini sekaligus menjadi ajang efektif untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga se-Desa Waru, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri.
Meski tak lagi berada di usia emas, semangat para peserta turnamen Mini Soccer Jago Kapuk ini tetap membara. Dengan mengenakan seragam kebanggaan masing-masing Rukun Warga (RW), mereka menunjukkan permainan yang atraktif, saling mengoper bola, menyusun strategi matang, hingga berjuang keras meraih kemenangan.
Gelak tawa sesekali terdengar riuh dari pinggir lapangan ketika terjadi momen-momen lucu di area penalti. Pemandangan ini menghadirkan suasana pertandingan yang hangat, santai, namun tetap menjaga tensi kompetitif yang sehat.
Turnamen yang mempertemukan tim-tim dari seluruh RW di Desa Waru ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan fisik, tetapi juga memperkuat jalinan silaturahmi. Persaingan sengit hanya berlangsung sportif selama pertandingan berjalan. Setelah peluit panjang dibunyikan oleh wasit, para pemain kembali berkumpul, berbincang, dan bercanda bersama tanpa mempersoalkan hasil akhir papan skor.
Antusiasme masyarakat turut menyemarakkan jalannya turnamen regional ini. Anak-anak tampak bermain riang di sekitar lapangan, para ibu memberikan dukungan vokal dari pinggir pembatas, sedangkan para pemuda desa bergotong royong membantu kelancaran operasional acara. Kehadiran berbagai elemen ini menjadikan kompetisi bukan sekadar ajang olahraga, melainkan sebuah pesta rakyat yang menghadirkan kebersamaan nyata.
Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAI Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri yang sedang melaksanakan program pengabdian di Desa Waru juga turut hadir mendukung jalannya kegiatan. Partisipasi aktif para mahasiswa menjadi bentuk sinergi nyata antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Langkah ini efektif mendorong kegiatan positif yang memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan semangat gotong royong di lingkungan pedesaan.
Turnamen ini menjadi bukti autentik bahwa olahraga mampu menjadi media pemersatu masyarakat lintas generasi. Usia terbukti bukanlah penghalang untuk tetap aktif menjaga kesehatan tubuh dan berkontribusi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Semangat para peserta di atas lapangan mencerminkan bahwa peringatan kemerdekaan Indonesia dapat diwujudkan melalui kebersamaan dan rasa persaudaraan yang terus terpelihara secara swadaya.
Di tengah gempuran perubahan zaman digital, kegiatan fisik kolektif seperti ini menjadi pengingat penting bahwa nilai-nilai persatuan tetap menjadi fondasi kuat kehidupan masyarakat Desa Waru. Dari lapangan desa yang sederhana ini, semangat kemerdekaan kembali tumbuh subur, menghubungkan berbagai generasi, serta menegaskan bahwa nasionalisme untuk Indonesia memang tak pernah mengenal batas usia. (Sandi Dwi Yulianto)








Komentar