BeritaWonogiri.com [SIDOHARJO] – Sinergi pengusaha Wonogiri dan Persatuan Jurnalis Wonogiri (PJW) mengemuka dalam pertemuan silaturahmi yang mempertemukan kalangan media, pengusaha, pengelola usaha, dan sejumlah pelaku UMKM. Pertemuan tersebut berlangsung di Wonogiri pada Senin, 17 Agustus 2026, sekaligus bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-9 Istana Parna Raya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana santai melalui makan siang dan ngopi bersama. Forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan mengenai potensi ekonomi lokal, pengembangan UMKM, serta peluang kolaborasi antar-pelaku usaha asal Wonogiri.
Hadir dalam pertemuan tersebut General Manager Istana Parna Raya, Endang Setyo Ningsih, yang memperkenalkan sejumlah pengusaha dengan latar belakang usaha beragam.
Di antaranya Suparno, pemilik Istana Parna Raya; Paidi, pengusaha bidang kontraktor; Sularman, pengusaha mie basah dengan pabrik di Yogyakarta; Sumardi (Gebres), kepala dusun sekaligus petani semangka dan pepaya; Johan, pengusaha mebel kayu; serta Parjo, yang bergerak di bidang pembukaan lahan dan penyediaan alat berat.
Selain itu, hadir Syaiful, pensiunan TNI AU yang mengembangkan usaha pupuk organik, serta Om Sys, pemilik usaha Omah Buah.
Keberagaman bidang usaha tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai potensi masyarakat Wonogiri dalam mengembangkan kegiatan ekonomi di berbagai sektor.
Dalam pertemuan tersebut, Suparno menyampaikan gagasan mengenai pentingnya peran masyarakat Wonogiri yang telah sukses di perantauan untuk turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Menurut gagasan yang disampaikan, pengalaman, pengetahuan, dan jaringan yang diperoleh selama berada di luar daerah dapat menjadi modal untuk dikembangkan di kampung halaman.
“Banyak orang Wonogiri yang sukses di luar daerah. Harapannya, suatu saat bisa kembali dan ikut membangun kampung halaman,” menjadi semangat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Pembahasan juga menyinggung perkembangan UMKM di sejumlah wilayah, antara lain Mojopuro, Jatiroto, Sidoharjo, dan daerah lainnya.
UMKM dinilai memiliki potensi untuk terus berkembang, tetapi membutuhkan dukungan berupa wadah, pelatihan, pendampingan, serta akses pemasaran yang lebih luas.
Penguatan sektor UMKM menjadi salah satu perhatian karena aktivitas usaha masyarakat dapat membuka peluang ekonomi sekaligus memperkuat jaringan usaha lokal.
Dalam konteks tersebut, PJW memiliki peran sebagai jembatan informasi untuk memperkenalkan berbagai potensi usaha dan kegiatan ekonomi masyarakat Wonogiri kepada publik.
Pemberitaan mengenai pelaku usaha, UMKM, serta berbagai potensi ekonomi lokal diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.
Sementara itu, Istana Parna Raya memiliki perjalanan usaha yang telah dirintis sejak 2014 dan resmi berdiri pada 2017. Dalam perjalanan awalnya, kegiatan Istana Parna Raya juga mencakup aktivitas sosial, termasuk pelayanan bagi sekitar 600 lanjut usia yang hidup sendiri serta anak yatim piatu.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pengusaha, media, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi pengembangan usaha lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Semangat yang muncul dalam pertemuan itu menempatkan pembangunan Wonogiri sebagai tanggung jawab bersama, termasuk melalui penguatan UMKM, pengembangan usaha lokal, serta kontribusi masyarakat Wonogiri yang selama ini beraktivitas di luar daerah. (PJW/*)







Komentar