Jalan Rusak Jadi Prioritas, Gubernur Jateng Ubah Anggaran Perubahan 2026

Banyak Daerah Mengusulkan Perbaikan Jalan

BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Program Perbaikan Jalan Jateng menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Anggaran Perubahan Tahun 2026. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan agar anggaran yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Jawa Tengah direvitalisasi dan diarahkan untuk pembangunan infrastruktur jalan guna mempercepat penanganan jalan rusak di berbagai daerah.

Kebijakan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah di Aula Hotel Gumaya, Kota Semarang, Kamis 4 Juni 2026. Menurutnya, Perbaikan Jalan Jateng harus menjadi prioritas karena banyak masyarakat mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan berlubang.

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat terus menghadapi risiko akibat kerusakan jalan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan maupun menghambat aktivitas ekonomi.

Menurutnya, Anggaran Perubahan 2026 akan difokuskan untuk mempercepat pembangunan dan rehabilitasi jalan di berbagai wilayah Jawa Tengah.

“Prioritas infrastruktur jalan. Di Anggaran Perubahan nanti kita ubah. Pokir akan direvitalisasi untuk infrastruktur jalan,” tegas Ahmad Luthfi kepada wartawan.

Ia menargetkan pada akhir tahun 2026 persentase jalan rusak di Jawa Tengah dapat berkurang secara signifikan melalui program perbaikan yang terencana dan terukur.

Gubernur menjelaskan bahwa usulan pembangunan dan perbaikan jalan menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat melalui berbagai jalur komunikasi pemerintah maupun DPRD.

Tidak hanya berasal dari Kabupaten Blora, permintaan serupa juga datang dari berbagai kabupaten dan kota lainnya di Jawa Tengah yang menghadapi persoalan kerusakan jalan.

Menurut Ahmad Luthfi, kondisi tersebut diperparah oleh musim hujan yang berlangsung cukup panjang sejak tahun 2025 hingga awal 2026 sehingga menyebabkan penurunan kualitas sejumlah ruas jalan.

“Saat ini sudah memasuki musim kemarau dan akan dilakukan pengecekan kembali untuk segera dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan dan perbaikan Jalan Raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora.

Pemprov Jawa Tengah memastikan proyek tersebut segera direalisasikan. Saat ini proses pengadaan telah memasuki tahap lelang sebelum dilanjutkan ke pekerjaan fisik di lapangan.

Untuk tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,276 miliar guna mendukung perbaikan ruas jalan tersebut.

Sementara itu, pada tahun 2025 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp75 miliar untuk pembangunan dan perbaikan jalan provinsi maupun jalan kabupaten di sejumlah daerah.

Selain menekankan percepatan pembangunan, Ahmad Luthfi juga mengingatkan seluruh pihak agar menjaga kualitas pekerjaan.

Ia tidak menginginkan perbaikan jalan dilakukan secara asal-asalan yang justru menyebabkan kerusakan kembali dalam waktu singkat.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan harus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta mendukung konektivitas antarwilayah, pertumbuhan ekonomi daerah, dan keselamatan pengguna jalan.

Dengan fokus anggaran yang lebih besar pada sektor infrastruktur, Pemprov Jawa Tengah berharap kondisi jalan di berbagai daerah semakin baik sehingga mampu meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. (*)

Komentar