BeritaWonogiri.com [PONOROGO] – Denting gamelan, tabuhan kendang, dan lengkingan selompret mulai menggema memecah sudut Kota Ponorogo. Pemerintah Kabupaten Ponorogo resmi membuka rangkaian perhelatan akbar Grebeg Suro Ponorogo 2026 yang tahun ini mengusung tema besar “Reogvolution”.
Tema “Reogvolution” membawa gagasan bahwa budaya lokal tidak sekadar dipertahankan secara statis, melainkan terus bergerak maju mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan akar identitas aslinya. Perayaan tahun ini terasa jauh lebih istimewa. Status Ponorogo kini telah melesat ke level global setelah resmi masuk dalam jejaring kota kreatif dunia UNESCO dan mendapatkan pengakuan dunia untuk kesenian Reog.
Guna menyukseskan agenda masif ini, Pemerintah Kabupaten Ponorogo melakukan persiapan matang dari lini kepanitiaan. Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengukuhkan ratusan volunteer atau relawan pembantu panitia di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo pada hari Rabu, 3 Juni 2026.
Para relawan yang lolos seleksi ketat ini datang dari berbagai latar belakang, mulai dari kalangan mahasiswa hingga masyarakat umum. Mereka akan bertugas mengawal kelancaran seluruh rangkaian inti perayaan yang berlangsung dari tanggal 6 Juni 2026 hingga 15 Juni 2026.
“Para volunteer yang terpilih tidak hanya menjalankan tugas membantu kepanitiaan, tetapi juga mengemban tanggung jawab besar sebagai duta budaya yang merepresentasikan keramahan Ponorogo,” ujar Lisdyarita yang akrab disapa Bunda Lis.
Secara keseluruhan, festival budaya dan religi ini dijadwalkan berlangsung panjang dari bulan Mei hingga Juli 2026. Panitia penyelenggara telah menyiapkan puluhan agenda utama yang mencakup aspek budaya, religi, ekonomi kreatif, hingga hiburan masyarakat. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 30 side event atau acara pendukung siap memanjakan para pengunjung.
Pusat denyut kemeriahan festival tetap bertumpu di Alun-Alun Ponorogo. Lokasi ikonik ini menjadi arena utama bagi dua ajang paling bergengsi, yaitu Festival Reog Remaja XXII dan Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI.
Ratusan pembarong dengan kekuatan rahang luar biasa akan beratraksi mengangkat dadak merak raksasa seberat puluhan kilogram. Puluhan grup Reog dari berbagai daerah di Indonesia dipastikan turun gelanggang untuk bertarung memperebutkan prestasi, gengsi, dan kehormatan menjadi yang terbaik di panggung nasional.
Kehebatan festival ini tidak perlu diragukan lagi. Selama lima tahun berturut-turut, Festival Nasional Reog sukses menembus Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bahkan kembali mengamankan posisi dalam jajaran Top 10 event unggulan nasional pada tahun 2026.
Dampak positif pergelaran Grebeg Suro Ponorogo 2026 langsung menyentuh sektor riil masyarakat. Okupansi hotel dan penginapan di seputar kota mulai penuh oleh pesanan wisatawan domestik maupun mancanegara. Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), warung makan, pedagang kaki lima, hingga pengrajin suvenir khas Bumi Reog mengalami lonjakan omzet yang signifikan.
Kemeriahan kota semakin lengkap dengan deretan acara pendukung bernilai seni tinggi. Panitia menggelar pameran bonsai, pameran seni rupa, kirab budaya, pawai sejarah, hingga ajang olahraga ekstrem Grebeg Suro Adventure Trail.
Di tengah gegap gempita pesta rakyat tersebut, perhatian publik kini tertuju pada kabar kedatangan orang nomor satu di Indonesia. Pemkab Ponorogo mengonfirmasi telah mengirimkan undangan resmi kepada Presiden Republik Indonesia, Wakil Presiden, beserta jajaran menteri kabinet untuk hadir menyaksikan langsung puncak acara.
Sejumlah pihak dari pihak Istana disebut telah memberikan sinyal positif, meski kepastian jadwal kedatangan masih menunggu konfirmasi final. Jika Presiden hadir, momen ini akan mengukuhkan Reog Ponorogo bukan lagi sekadar kesenian rakyat jelata, melainkan mahakarya kebudayaan yang menempati posisi terhormat di panggung nasional dan internasional. (*)







Komentar